Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Siap Saling Mengandaskan di Stadion Gelora Bung Tomo

Jumat 29 Mar 2019 08:27 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pesepakbola Persebaya Surabaya Muhammad Hidayat (kedua kiri) berebut bola dengan pesepakbola Tira Persikabo Parfait Louis Essengue (kiri) saat pertandingan Grup A Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/3/2019).

Pesepakbola Persebaya Surabaya Muhammad Hidayat (kedua kiri) berebut bola dengan pesepakbola Tira Persikabo Parfait Louis Essengue (kiri) saat pertandingan Grup A Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/3/2019).

Foto: Antara/M Agung Rajasa
Djanur enggan terbuai sanjungan RD.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Tira Persikabo dan Persebaya Surabaya siap memberikan segalanya demi mengamankan tiket semifinal Piala Presiden 2019. Kedua tim akan bentrok di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/3).

Pelatih Tira Persikabo Rahmad Darmawan menegaskan, anak asuhnya sangat bersemangat menghadapi tim tuan rumah. Pelatih yang akrab disapa coach RD tersebut mengakui Persebaya sebagai tuan rumah lebih diuntungkan dibanding timnya karena akan bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Karena itu, coach RD meminta anak asuhnya agar bisa bermain lebih tenang dan tidak mudah terpancing emosi.

"Persebaya diuntungkan dengan bermain di depan pendukungnya. Ini membuat tim kita harus betul-betul mewaspadai segala hal. Saya sampaikan kepada pemain untuk menit demi menit terus fokus terhadap pergerakan strategi permainan lawan. Mereka dituntut bermain dengan tenang, tidak terburu-buru, dan tidak cepat emosi," kata RD saat menggelar konferensi pers di Surabaya.

Coach RD mengatkan, strategi yang selama ini dijalankan saat latihan memang penting agar bisa diterapkan saat pertandingan. Namun, kata dia, yang tidak kalah pentingnya adalah pemain bisa menjaga mental saat bertanding, terutama untuk bisa mengendalikan emosi,dan bermain lebih tenang. Pasalnya, lawannya akan bermain di hadapan pendukungnya.

"Strategi pasti penting dan sudah melatih itu. Tapi, yang tidak kalah penting adalah mental pemain. Apalagi, mereka bermain di hadapan Bonek, yang dari menit awal sampai menit akhir pasti memberikan dukungan," ujar dia.

RD juga melayangkan pujian untuk Persebaya. Menurut dia, the Green Force merupakan salah satu kompetitor terberat bagi timnya di kancah sepak bola Indonesia.

"Secara materi pemain dan kualitas pelatih, Persebaya merupakan salah satu kompetitor yang paling berat di persaingan Liga Indonesia dan punya kesempatan menjadi juara yang sangat besar," kata coach RD.

Mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut meyakini Persebaya sudah menyiapkan strategi berbeda untuk menghadapi Tira Persikabo. Coach RD bahkan yakin tuan rumah akan tampil superior dibandingkan pertemuan pertama pada babak penyisihan. Kedua tim sebelumnya bermain imbang di Grup A.

"Persebaya akan membuat strategi yang berbeda. Ini tantangan pemain kita bagaimana menanganinya. Kehadiran Bonek, di mana Persebaya bermain di depan pendukungnya, bisa membuat mereka lebih superior," ujar coach RD.

Pemain belakang Tira Persikabo, Muhammad Rifad Marasabessy, menegaskan, rekan-rekannya sudah sangat siap mengadapi pasukan the Green Force. Dia pun meyakini rekan-rekannya bisa menampilkan permainan terbaik meskipun bermain di kandang lawan. "Kita siap tampil baik dan semua pemain insya Allah bisa memberikan yang terbaik," ujar Rifad.

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, enggan menanggapi sanjungan sang lawan. "Coach RD itu memang sukanya begitu, menyanjung-nyanjung. Jadi, kita tidak akan menanggapi itu," kata Djanur, sapaan Djadjang Nurdjaman, dalam kesempatan yang sama.

Djanur mengungkapkan, timnya dalam kondisi yang sangat baik untuk menjamu Tira Persikabo. Terlebih, menurut dia, seluruh penggawa the Green Force siap diturunkan, termasuk yang baru kembali dari timnas senior seperti Hansamu Yama Pranata dan Ruben Sanadi.

"Kami sudah siap. Semua pemain yang kami miliki bisa diturunkan, termasuk yang ikut timnas," kata dia.

Sekembalinya dari timnas senior, memang baru Ruben Sanadi yang ikut berlatih pada sesi latihan menjelang melawan PS Tira Persikabo. Sementara itu, Hansamu Yama Pranata belum bisa ikut latihan karena ada kesalahan komunikasi. Namun demikian, Djanur menegaskan, keduanya sangat dimungkinkan diturunkan sebagai pemain inti pada pertandingan melawan PS Tira Persikabo.

"Ya kan biasalah pemain bergabung ke timnas. Kan mereka di sana juga latihan. Jadi, mereka sudah terbiasa dan pasti siap diturunkan, jadi tetap bisa dimainkan. Situasi yang wajar bagi pemain di sepak bola, sekembalinya dari timnas langsung dimainkan di klub," ujar Djanur.

Termasuk dua pemain muda Persebaya yang baru mengikuti kualifikasi Piala Asia U-23 2020 bersama timnas U-23, yakni Osvaldo Haay dan Rachmat Irianto, juga masih ada peluang dimainkan. Meski keduanya baru kembali ke Surabaya kemarin. "Keduanya baru sampai tadi pagi di Surabaya. Kita sedang pikirkan apa bisa starting atau bisa masuk dalam daftar susunan pemain," kata Djanur.

Djanur berharap tidak terjadi adu penalti pada laga nanti. Karena itu, Djanur berharap pasukan the Green Force bisa mengatasi perlawanan Tira Persikabo sepanjang waktu normal karena tidak adanya perpanjangan waktu walaupun skor berakhir imbang.

"Di aturannya kan gak ada perpanjangan waktu. Jadi, kalau skor imbang di waktu normal, langsung adu penalti. Mudah-mudahan bisa selesai di waktu normal," kata Djanur.

Meski demikian, pelatih kelahiran Majalengka, Jawa Barat, itu mengaku sudah memberikan latihan tendangan penalti kepada anak asuhnya. Djanur bahkan mengaku sudah menyiapkan algojo tendangan penalti terbaik.

"Tendangan pinalti sudah kami siapkan, sudah kami latih, mudah-mudahan hasilnya sesuai rencana. Kami sudah siapkan algojo-algojo penalti walaupun sebenarnya semua pemain sudah dilatih," ujar Djanur.

Djanur juga mengingatkan pasukannya untuk mampu memanfaatkan keuntungan dukungan suporter karena bermain di kandang sendir. Dia tidak ingin tim lawan justru meningkatkan motivasi bermainnya atas sorak-sorai Bonek dan Bonita.

"Sorakan suporter kan kadang juga akan membuat motivasi pemain lawan naik. Nah, mudah-mudahan ini kebalikannya. Mudah-mudahan pemain kami yang justru bisa mengeluarkan segala kemampuan atas dukungan suporter," kata Djanur.

Pemain bertahan Persebaya Surabaya, Novan Setya Sasongko, juga menegaskan, rekan setimnya sudah siap menghadapi Tira Persikabo. Terlebih, timnya memiliki waktu yang panjang untuk mempersiapkan pertandingan pada babak delapan besar Piala Presiden 2019 tersebut.

"Kami sebagai pemain sudah siap untuk pertandingan besok. Kita melakukan persiapan latihan cukup lama. Mudah-mudahan bisa menampilkan yang terbaik," ujar Novan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA