Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Saran RD Soal Wasit Laga Persebaya Vs PS Tira Persikabo

Sabtu 30 Mar 2019 05:34 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Israr Itah

Pesepak bola Persebaya Irfan Jaya (kiri) melewati hadangan pesepak bola PS Tira Persikabo Muhamad Guntur Triaji (tengah) dalam pertandingan babak delapan besar Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/3/2019).

Pesepak bola Persebaya Irfan Jaya (kiri) melewati hadangan pesepak bola PS Tira Persikabo Muhamad Guntur Triaji (tengah) dalam pertandingan babak delapan besar Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/3/2019).

Foto: Antara/Moch Asim
RD menilai sang wasit banyak membuat keputusan kontroversial yang merugikan timnya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pelatih PS Tira Persikabo Rahmad Darmawan (RD) merasa wasit Handri Kristanto, pemimpin laga Persebaya vs PS Tira-Persikabo pada babak delapan besar Piala Presiden 2019, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (29/3), layak diistirahatkan. RD menilai sang wasit banyak membuat keputusan kontroversial yang merugikan timnya.

Baca Juga

"Kita ingin adanya kontrol terhadap pemain maupun perangkat pertandingan. Apalagi sepak bola kita sedang dikait-kaitkan dengan mafia. Harusnya dia (Handri Kristanto) istrahat," kata Coach RD seusai laga.

RD mengaku, ini bukan kali pertama wasit Handri Kristanto membuat keputusan-keputusan yang dirasanya merugikan tim yang dilatihnya. RD mengaku, wasit tersebut juga sempat memberi pengalaman pahit terhadap tim yang dipimpinnya, saat melatih Pelita Jaya.

"Waktu itu bertanding di Malang melawan Arema Malang. Wasit ini juga banyak membuat keputusan merugikan. Makanya tadi selesai pertandingan saya dekati dan saya tanyakan, kenapa ndak kapok melakukan itu?" ujar RD.

Keributan bermula saat wasit menunjuk titik putih lantaran pemain belakang PS Tira-Persikabo dianggap melanggar Osvaldo Haay. Namun demikian, RD enggan mengomentari penalti tersebut lantaran takut salah berkomentar. Ia merasa harus melihat tayangan ulang terlebih dahulu untuk mengomentari keputusan wasit tersebut.

Ia hanya mengeluhkan gol ketiga yang dicetak pemain Persebaya Surabaya. RD merasa pemain Persebaya Surabaya terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap pemain PS Tira-Persikabo sebelum gol tercipta. Namun wasit enggan meniup peluit dan menganggap itu sebagai sebuah pelanggaran.

"Gol ketiga jelas-jelas pelanggaran. Tapi wasit membiarkan dan dia membiarkan juga bola mengarah ke gawang kami, tanpa menghentikan pertandingan," ujar Coach RD.

Pelatih Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman merasa keputusan wasit sudah benar. Penalti yang diberikan kepada anak asuhnya lantaran Osvaldo Haay kakinya diinjak dan dijatuhkan di kotak terlarang oleh pemaon bertahan lawannya. Pun pada proses gol ketiga, Djanur tidak melihat ada pelanggaran yang dilakukan anak asuhnya.

Persebaya Surabaya lolos ke babak semifinal Piala Presiden 2019, setelah menekuk PS Tira-Persikabo dengan skor 3-1 dalam pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (29/3). Kericuhan sempat mewarnai jalannya pertandingan, lantaran PS Tira-Persikabo kecewa dengan keputusan wasit.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA