Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Bali United Vs Persija, Adu Strategi di Denpasar

Jumat 26 Apr 2019 08:22 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pelatih Bali United yang baru Stefano Cugurra (tengah) berfoto bersama enam pemain baru seusai konferensi pers di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (14/1//2019).

Pelatih Bali United yang baru Stefano Cugurra (tengah) berfoto bersama enam pemain baru seusai konferensi pers di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (14/1//2019).

Foto: Antara/Nyoman Budhiana
Teco siap meladeni sang mantan.

REPUBLIKA.CO.ID, GIANYAR -- Bali United bersiap mengadu strategi dengan Persija Jakarta pada leg pertama perempat final Piala Indonesia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada sore ini WITA. Pertandingan ini akan mempertemukan skuat Macan Kemayoran dengan mantan pelatihnya, Stefano Cugurra Teco, yang kini menjadi juru taktik Bali United.

Melawan sang mantan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Teco. Dia menyatakan telah mempersiapkan para pemain dari segala aspek mulai dari latihan fisik, teknik, dan taktik. Menurut dia, semua pemain punya konsentrasi dan kerja keras saat latihan.
"Sekarang kita harus ekstra keras di laga besok pertandingan melawan tim bagus melawan tim besar kita harus kerja keras. Mudah-mudahan kita bisa main bagus besok dan bisa menang lawan Persija," kata Teco dalam konferensi pers jelang laga.

Selain itu, Teco sudah mengantongi kekuatan yang dimiliki Ismed Sofyan dan kawan-kawan. Menurut dia, dalam setiap pertandingan, para pelatih khususnya, harus mampu melihat kondisi pemain yang akan dilawannya. Teco yang pernah menjadi pelatih Persija selama dua tahun tentu tahu pemain yang harus diwaspadai.
"Pasti kita lihat yang bagus dari lawan. Kita harus punya marking yang bagus punya konsentrasi buat mematikan pemain yang bagus dari lawan, kita juga harus tahu yang kurang dari lawan kita harus memanfaatkan itu," ujarnya.

Kendati demikian, Teco tidak menganggap remeh Persija. Menurut pelatih yang sukses memberikan trofi juara Liga 1 2018 untuk Macan Kemayoran ini, para pemain harus bekerja keras untuk menaklukkan sang tamu.


"Saya sangat respek semua komponen tim sana, manajemen pemain, suporter, ofisial. Tapi saya bilang kompetisi ini sangat bagus kita sekarang pakai baju bali United kita harus kerja keras. Awal besok kita main di Bali dan harus kerja keras buat menang," tuturnya.

photo
Teco san pra Pemain Persija Jakarta mengangkat trofi seusai menjadi juara Piala Presiden 2018. Persija keluar sebagai juara setelah mengalahkan Bali United dengan skor 3-0.



Bek sayap Bali United, I Made Andhika Wijaya, mengatakan, secara keseluruhan anggota skuat Persija merupakan pemain yang bagus. Namun, sebagai lini belakang tentu dia sudah memprediksi pemain mana yang akan dijaga dengan ketat. Dia menyebut tiga nama dalam daftar pemain berbahaya di kubu Persija, yakni dua winger Riko Simanjuntak dan Novri Setiawan, serta striker Bruno Matos.
"Banyak pemain Persija yang harus diwaspadai seperti Riko, Novri, Bruno Matos. Ya saya pokoknya siap untuk pertandingan besok," kata Andhika kesempatan yang sama.

Dia menegaskan, skuat berjuluk Jalak Bali siap memberikan yang terbaik untuk pertandingan nanti. "Secara umum kita sudah sangat siap untuk melakukan pertandingan besok (sore ini WITA) dan pertandingan besok juga sangat penting bagi kami dan sistem kandang dan tandang," ujarnya.
Selain itu, Andhika mengatakan, ia dan kawan-kawan ingin memanfaatkan kesempatan bermain di hadapan pendukungnya sendiri untuk meraih kemenangan. Jika bisa meraih hasil apik, pada leg kedua Bali United bisa bermain dengan lebih luwes.

"Tentunya kami ingin memanfaatkan laga kandang sebaik mungkin untuk meraih kemenangan dan Persija tim bagus dan kami butuh kerja keras untuk meraih kemenangan di sini dan kami ingin menampilkan terbaik di kandang kami," tuturnya.
Pelatih Persija, Ivan Kolev memastikan dia akan melakukan rotasi saat timnya dijamu Bali United. Kolev mengindikasikan akan menampilkan skuat yang berbeda dibandingkan saat Persija tampil melawan Ceres Negros di ajang Piala AFC, Selasa (23/4) lalu.

"Soal rotasi, pastinya iya karena kami hanya bisa menggunakan satu pemain asing. Sementara Bali United punya empat, kami hanya satu, karena tiga pemain asing kita tidak bisa main pada gim ini maka dari itu kami akan lakukan rotasi," ujarnya dalam konferensi pers sebelum pertandingan.
Satu pemain asing yang dimaksud Kolev adalah Bruno Matos. Penyerang berkebangsaan Brasil ini bisa tampil lantaran sudah bermain pada ajang ini sejak datang ke Persija.

Adapun dua pemain asing lainnya, yakni Steven Paulle dan Silvio Escobar tak bisa dimainkan lantaran registrasi pemain Piala Indonesia sudah ditutup saat keduanya datang ke Persija.
Bek Persija, Tony Sucipto, mengungkapkan, timnya sudah siap untuk menghadapi Bali United. Tony menyebut tidak ada persiapan khusus yang dilakukan skuat Macan Kemayoran. Ini mengingat waktu yang sangat terbatas usai menjamu Ceres Negros.

"Persiapannya seperti biasa, kita tidak ada yang khusus karena waktu mepet hanya recovery pemain saja itu yang penting dengan waktu yang singkat," kata Tony dalam konferensi pers menjelang laga.


Tony menegaskan, para pemain sudah melupakan kekalahan saat menjamu Ceres Negros. Sehingga, saat melawan Bali United nanti, kondisi mental pemain sudah kembali seperti semula. Justru, kata dia, kekalahan pada Piala AFC membulatkan tekad para pemain untuk fokus pada Piala Indonesia. Selain itu, dia percaya bahwa di manapun skuat Macan Kemayoran bermain tandang, dukungan dari suporter setianya, the Jakmania, akan selalu ada.

"Persija tim besar baik main kandang maupun tandang pasti banyak dukungan dari the Jakmania," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA