Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Misi Mustahil Liverpool

Selasa 07 May 2019 02:29 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Citra Listya Rini

Para pemain Liverpool.

Para pemain Liverpool.

Foto: AP
The Reds optimistis mampu comeback menaklukkan Barca.

REPUBLIKA.CO.ID,  liverpool  —  Misi mustahil harus dijalani Liverpool di pentas liga champions tengah pekan ini. The Reds harus mencetak empat gol demi menutup defisit tiga gol ke gawang barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions di Anfield, Rabu (8/5) dini hari WIB. 

Dengan catatan, Barcelona tak membobol gawang Liverpool di Anfield. Bukan perkara mudah buat Liverpool menaklukkan klub sekelas Barcelona. Apalagi klub raksasa Katalan itu dalam kondisi on fire. Modal kemenangan 3-0 pada leg pertama semifinal di Camp Nou tengah pekan lalu juga menjadi suntikan semangat tersendiri buat Barcelona. 

Agar mimpi mengangkat trofi Liga Champions kali keenam masih tetap hidup, Liverpool harus bermain all out. Kapten Liverpool Jordan Henderson membakar semangat rekan-rekannya agar terus berjuang memenangkan trofi bergengsi yang sudah lama tidak diraih timnya. 

"Kami layak atas trofi musim ini. Liverpool hanya perlu terus maju dan bermain sampai menit terakhir,’’ kata Henderson dikutip dari Sky Sports, Senin (6/5).

Henderson begitu yakin karena semua pemain Liverpool punya tekad yang sama untuk keluar sebagai kampiun. Apalagi mayoritas pemain Liverpool masih belum melupakan pahitnya kegagalan meraih trofi Liga Champions musim lalu karena dikalahkan Real Madrid. 

Menjelang laga penentuan, Liverpool harap-harap cemas terkait kondisi Mohamed Salah yang mengalami cedera seusai pulang dari Newcastle. Salah mengalami cedera pada bagian kepala.

Kondisi terakhir Raja Mesir itu masih terus dipantau. Sementara, Roberto Firmino sudah dipastikan absen sampai akhir musim ini. Mantan pemain Hoffenheim itu diprediksi tidak akan sembuh dalam waktu dekat karena cedera otot.

photo
Virgil van Dijk

Sosok Virgil van Dijk bakal menjadi andalan Liverpool mengadang gempuran Barcelona. Terutama Lionel messi yang menjadi ‘hantu’ bagi tim-tim Inggris termasuk Liverpool di pentas Liga Champions. Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menyebut nama Van Dijk sebagai biang keladi kekalahan Liverpool di kandang Barcelona.

Meski begitu, Van Dijk optimistis Liverpool mampu comeback di tengah kondisi berat. "Saya tahu sangat sulit bagi kami ketika berlaga di Anfield. Namun, kami semua harus percaya. Saya pun punya kepercayaan, mari lihat apa yang terjadi,” kata pemain asal Belanda ini.



Selain Van Dijk, bek kiri Liverpool Andrew Robertson juga masih memiliki kepercayaan diri terhadap peluang Liverpool. "Kami harus melakukan hal spesial pada Selasa nanti, namun bila ada tempat yang memungkinkan hal itu terjadi, maka itu adalah Anfield," ujar Robertson.

Di saat kubu tuan rumah sedang harap-harap cemas, pemain Barca datang dengan cukup santai ke Inggris. Barcelona yang sudah memastikan gelar juara La Liga Spanyol sejak pekan lalu mengistirahatkan sebagian besar pemain utama saat melawan Celta Vigo. Messi, Luis Suarez, Philipe Coutinho sengaja diistirahatkan pelatih Ernesto Valverde supaya kondisi mereka bugar di Anfield. 

photo
Lionel Messi

Terlebih dua nama terakhir akan tampil di hadapan mantan pendukungnya. Suarez dan Coutinho diketahui sama-sama pernah menjadi bintang Liverpool di waktu yang berbeda. Dikutip dari laman resmi Barca, tim itu memang menargetkan kemenangan di kandang Liverpool untuk menambah catatan positif melawan klub-klub Inggris. 

''Barca akan mendapatkan malam yang indah di Anfield. Barca pernah menang di Stamford Bridge, Stadion Etihad, Stadion Emirates, Wembley, dan Old Trafford,'' tulis Barca.

Barca pernah mengandaskan Manchester City, Arsenal, Tottenham Hotspur dan Manchester United di Negeri Ratu Elizabeth. Karena itulah mereka kini membidik kandang Liverpool untuk memastikan tiket ke final menantang pemenang antara Ajax Amsterdam atau Tottenham Hotspur. 

Sebenarnya, Barcelona pernah mengalahkan Liverpool 1-0 di Anfield 2007 lalu. Tapi ketika itu kemenangan di markas the Reds tidak berarti karena tetap kalah secara agregat di babak 16 besar. Karena pada leg pertama sebelumnya Barca kalah di Camp Nou 1-2.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA