Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

CdM SEA Games Belum Dibahas Kemenpora dan Kemenko PMK

Selasa 07 May 2019 21:06 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Israr Itah

Menko PMK PUan Maharani (kiri) bersama Menpora Imam Nahrawi.

Menko PMK PUan Maharani (kiri) bersama Menpora Imam Nahrawi.

Foto: Republika/ Wihdan
Pengurus cabor lebih memiliki pengalaman teknis sebagai atlet atau ofisial tim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia pada SEA Games 2019 di Filipina, November, belum ditunjuk. Dua kementerian, yakni Kemenpora dan Kemenko PMK, belum merapatkan hal tersebut .

Baca Juga

"Saya belum rapat dengan Menko PMK (Puan Maharani) terkait CdM yang ditunjuk. Tapi kami ingin mengusulkan CdM harus berasal dari pimpinan cabang olahraga (cabor)," kata Menpora RI Imam Nahrawi kepada wartawan di kantor Kemenpora, Selasa (7/5) malam.

Menurut Menpora, CdM yang berasal dari struktur kepengurusan cabor dapat memahami kebutuhan kontingen sehingga koordinasi terjalin dengan baik. Ia beralasan, pengurus cabor lebih memiliki pengalaman teknis sebagai atlet atau ofisial tim.

Ia mencontohkan untuk pemilihan CdM Olimpiade Tokyo 2020 yang berasal dari pengurus teknis. Nama Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) Rosan P Roeslani diusulkan mengemban tugas tersebut.

"Kemarin sempat muncul nama Rosan untuk Olimpiade 2020. Tentu itu akan kami bicarakan lebih lanjut agar diputuskan bersama Menko PMK," ujarnya.

Terkait pemusatan latihan, Menpora menegaskan hal tersebut sudah dilakukan sebagai bentuk persiapan mengingat SEA Games diselenggarakan dalam hitungan beberapa bulan. Namun, Imam belum mengetahui apakah pelatnas dilakukan selama bulan Ramadhan.

"Saya belum dapat agenda lebih lanjut untuk Pelatnas. Tentu kami akan terus memantau," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA