Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Hamilton Anggap Bottas Rival Utamanya Musim Ini

Senin 13 May 2019 17:27 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Israr Itah

Pebalap Mercedes Lewis Hamilton mengangkat trofi setelah menjuarai Grand Prix F1 Azerbaijan di Sirkuit Baku, Azerbaijan.

Pebalap Mercedes Lewis Hamilton mengangkat trofi setelah menjuarai Grand Prix F1 Azerbaijan di Sirkuit Baku, Azerbaijan.

Foto: David Mdzinarishvili/Reuters
Hamilton menggeser Bottas di puncak klasemen sementara Formula Satu (F1).

REPUBLIKA.CO.ID, KATALUNYA -- Pembalap Mercedes Lewis Hamilton menjuarai GP Spanyol, di Sirkuit Katalunya, Ahad (12/5). Rekan satu timnya, Valtteri Bottas membuntuti di posisi kedua. Kemenangan ini membuat Hamilton menggeser Bottas di puncak klasemen sementara Formula Satu (F1).

Baca Juga

Persaingan dua pembalap Mercedes terjadi sejak balapan pembuka. Mereka menguasai podium di posisi satu dan dua. Sementara Ferrari yang diprediksi menjadi pesaing berat justru tak berdaya pada lima balapan pembuka musim ini.

Situasi ini membuat Hamilton tak ragu mengatakan bahwa Bottas adakan rival utamanya dalam perebutan gelar F1 musim ini. Tapi Hamilton tetap menginginkan perlawanan dari tim-tim lain di luar Mercedes.

"Ancaman terbesar adalah selalu orang yang paling dekat dengan Anda dan orang itu adalah Valtteri (Bottas),” ujar Hamilton kepada wartawan, dikutip dari Sky Sports, Senin (13/5).

Meski demikian, pembalap asal Inggris itu mengakui masih terlalu dini menilai sosok rival berat musim ini. Hamilton tetap menganggap Ferrari dan Red Bull adalah dua tim pesaing berat musim ini. Terutama dengan Sebastian Vettel yang terlibat persaingan ketat selama dua musim terakhir.

Terkait Bottas, Hamilton menilai dia berkembang lebih baik musim ini. Situasi tersebut akan berdampak bagus kepada tim. Dia juga dinilai pantas mendapatkan posisinya saat ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA