Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Liga-Liga Eropa dan Frasa Business as Usual

Senin 20 May 2019 11:46 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Para pemain Juventus merayakan kemenangan atas Fiorentina sekaligus keberhasilan menjadi juara Seri A Italia 2018/2019.

Para pemain Juventus merayakan kemenangan atas Fiorentina sekaligus keberhasilan menjadi juara Seri A Italia 2018/2019.

Foto: EPA-EFE/ALESSANDRO DI MARCO
Dominasi Juventus, PSG, Barcelona, Muenchen, dan City belum berhenti.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Reja Irfa Widodo

Pesta Bayern Muenchen di Stadion Allianz Arena, akhir pekan kemarin menandakan berakhirnya Bundesliga musim ini. Der Bayern sukses meraih titel Bundesliga sekaligus memperpanjang dominasinya dalam tujuh musim terakhir di singgasana Bundesliga.

Keberhasilan Muenchen memastikan gelar juara Bundesliga sekaligus melengkapi empat juara lainnya di lima liga top Benua Eropa. Di antara lima liga paling bergengsi di Benua Eropa, Bundesliga memang menjadi kompetisi yang paling akhir dalam menentukan tim terbaik. Sebelumnya, Ligue 1, La Liga, Seri A, dan Liga Primer Inggris sudah lebih dahulu menemukan jawara musim ini.

Namun, rasanya tidak ada yang berbeda dalam barisan pemenang di lima liga top Eropa musim ini dibanding pada musim lalu. Pada musim ini, pemenang di lima liga top Eropa merupakan juara bertahan di tiap-tiap kompetisi.

photo

Pemain Bayern Muenchen merayakan gelar Bundesliga setelah mengalahkan Eintracht Frankfurt 5-1 pada laga pamungkas di Allianz Arena, Sabtu (18/5).

Laman penyedia statistik olahraga Opta pun mencatat, untuk kali pertama dalam sejarah sepak bola Eropa, pemenang lima liga top Eropa bisa secara bersamaan mempertahankan gelarnya pada musim ini. Paris Saint-Germain (PSG) di pentas Ligue 1, kemudian Barcelona di panggung La Liga, Juventus di kancah Seri A, Manchester City di pentas Liga Primer Inggris, dan akhirnya Bayern Muenchen di ajang Bundesliga.

Bahkan, dua dari lima tim tersebut merupakan juara liga selama lebih dari lima musim secara beruntun, yaitu delapan tahun untuk Juventus dan tujuh musim bagi Muenchen. Sementara itu, untuk PSG, Barcelona, dan Manchester City, titel liga musim ini merupakan gelar kedua secara beruntun.

Jika ditilik lebih dalam, ada sejumlah alasan yang bisa dikemukakan terkait dominasi tim-tim tersebut di kompetisi liga masing-masing. Kendati bakal terpengaruh dengan corak, kondisi, dan situasi persaingan yang berbeda di tiap-tiap liga, ada sejumlah faktor yang bisa ditarik sebagai penyebab umum dari kecenderungan dominasi sebuah tim di kompetisi liga.

Mulai dari kesiapan dan kedalaman skuat juara bertahan, minimnya persaingan yang diberikan kontestan lain di liga tersebut, hingga disparitas kekuatan ataupun kualitas pemain juara bertahan dengan tim-tim lain di liga tersebut. Untuk poin terakhir, dominasi PSG di Ligue 1 dapat menjadi contoh yang konkret.

Bahkan, saat masih mengantongi laga tunda, Les Parisien sudah bisa memastikan gelar Liga Prancis saat Ligue 1 memasuki pekan ke-33. Kegagalan Lille memetik poin penuh kala ditahan Toulouse membuat raihan poin PSG tidak mungkin dikejar lagi oleh Lille. Les Parisien pun mengantongi keunggulan 16 poin hingga Ligue 1 menyelesaikan pekan ke-34.

Selisih poin yang cukup besar--hasil dari 29 kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kali kalah--dari 34 partai rasanya sudah cukup membuktikan keunggulan kualitas PSG atas kontestan Ligue 1 lainnya. Belum lagi dengan barisan pemain top dunia yang mengisi skuat PSG, seperti Neymar, Kylian Mbappe, dan Edinson Cavani.

photo

Pemain Paris Saint Germain (PSG)

Tidak hanya itu, laju mulus PSG di Ligue 1 juga dapat disebabkan tidak adanya tim yang mampu muncul sebagai pesaing berat. AS Monaco, yang bisa mencuri satu titel Ligue 1 dalam tujuh musim terakhir, malah tampil begitu mengecewakan pada musim ini. Bahkan, dalam satu laga sisa Ligue 1, Monaco masih mengantongi peluang untuk terdegrdasi. Ketiadaan lawan sepadan ini juga seperti yang terjadi di La Liga.

Barcelona mampu melenggang ke tangga juara Liga Spanyol pada musim ini. Blaugrana memastikan titel La Liga saat baru menyelesaikan 35 laga. Blaugrana mengantongi selisih 10 poin dari Atletico Madrid yang berada di peringkat kedua. Di sisi lain, dominasi Barcelona ini rasanya juga tidak bisa dilepaskan dari performa buruk Real Madrid musim ini.

Bukan tanpa alasan jika selama ini La Liga dikenal sebagai kompetisi duopoli antara Real Madrid dan Barcelona. Ketika salah satunya gagal tampil maksimal, tim lainnya seolah memanfaatkan keadaan dan merajalela di pentas Liga Spanyol. Pada musim ini Madrid terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bisa memulihkan kondisi tim, sedangkan Atletico ternyata masih belum mampu menyaingi konsistensi Barcelona dalam raihan poin.

Sementara itu, dari tanah Inggris, dominasi Manchester City sepertinya baru akan dimulai. Keberhasilan meraih semua gelar domestik musim ini seolah menjadi penanda era baru dari dominasi the Citizen pada musim-musim berikutnya. Namun, tidak seperti di La Liga ataupun Ligue 1, the Citizen masih harus berjuang keras hingga pekan terakhir Liga Primer Inggris demi bisa memastikan raihan gelar juara.

Kondisi ini tidak terlepas dari persaingan sengit yang dihadirkan Liverpool sepanjang Liga Primer Inggris musim ini. Konsistensi City coba terus disamai oleh the Reds. Bahkan, pada musim ini Liverpool menjadi tim pertama di kancah Liga Primer Inggris yang gagal menjadi juara setelah hanya menelan satu kekalahan dan telah mengoleksi 97 poin.

photo

Para pemain Manchester City merayakan gelar juara Liga Primer Inggris 2018/2019.

Bagi pelatih Manchesater City, Pep Guardiola, capaian Liverpool pada musim ini merupakan sinyal ''perlawanan'' dari tim asal Merseyside tersebut terkait usaha dominasi the Citizen. Namun, keinginan untuk bisa melanjutkan dominasi di Liga Primer Inggris terlalu menggoda bagi the Citizen.

"Mereka telah membantu kami menjaga standar permainan kami. Apa yang kami lakukan pada musim lalu meningkatkan standar kompetisi ini. Liverpool telah menjaga standar permainan mereka dan tim-tim lain pada musim depan juga akan tampil lebih baik. Namun, bisa meraih titel memberikan Anda energi dan sangat adiktif. Pada musim depan, kami akan kembali dengan lebih kuat," ujar Guardiola, seperti dikutip the Guardian.

Rasanya, bukan hanya City yang bertekad untuk bisa menjaga dominasi di pentas kompetisi liga. Dengan berbagai persiapan dan hasil evaluasi dari perjalanan musim ini, empat tim lainnya tentu berharap bisa terus mempertahankan titel kompetisi liga di negara masing-masing. Akhirnya, untuk tim-tim ini, kompetisi liga musim depan dapat menjadi rutinitas dan business as usual seperti pada musim-musim sebelumnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA