Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Lolos ke Semifinal, Ini Evaluasi Tim Indonesia di Sudirman

Jumat 24 Mei 2019 19:28 WIB

Red: Endro Yuwanto

Susy Susanti

Susy Susanti

Foto: Dok PBSI
Susy harap sektor tunggal di laga selanjutnya tampil mengejutkan dan sumbang poin.

REPUBLIKA.CO.ID, NANNING -- Usai mengalahkan Taiwan di laga perempat final yang ketat pada Jumat (24/5), Indonesia akan menghadapi unggulan pertama, Jepang, di semifinal Piala Sudirman 2019 di Nanning, Cina. Laga semifinal Indonesia dan Jepang yang menumbangkan Malaysia 3-0 di perempat final, akan berlangsung pada Sabtu (25/5).

"Secara keseluruhan atlet kita memang sudah berusaha, tapi untuk ganda putra dan ganda putri mereka luar biasa penampilannya. Mereka memang tahu jadi pagarnya kita, andalan kita," ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI Susy Susanti di Nanning, Cina.

Di partai pembuka ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo membuka keunggulan 1-0 bagi Indonesia dengan mengalahkan ganda putra Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin dua gim 21-17 21-17.

Namun, Indonesia menderita kekalahan di dua partai selanjutnya ketika tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung kalah di tangan peringkat satu dunia Tai Tzu Ying 16-21, 14-21. Kemudian tunggal putra Jonathan Christie, yang tampil di bawah perfoma, takluk 11-21 13-21 atas tunggal putra Taiwan, Chou Tien Chen.

Walaupun sempat tertinggal 1-2, kekompakan dan kebersamaan tim mampu membawa timnas Indonesia memenangi dua partai terakhir melawan Taiwan itu. "Pada saat pengarahan kami minta pada semua tim bahwa harus kompak. Kami harus bantu dan dukung semua pemain yang ada di lapangan," ujar peraih medali emas Olimpiade 1992 itu.

Skuat timnas bulu tangkis Indonesia pun tampak bersorak sorai dan memberi semangat rekannya dari box pemain di pinggir lapangan. Susy pun tak menyangkal jika tunggal putri dan tunggal putra Indonesia tampil di bawah performa.

Gregoria masih bisa memberikan perlawanan kepada peringkat satu Taiwan, namun harus lebih bermain aman dan lebih berani menahan lawan. Menghadapi tunggal putri peringkat 1 dunia itu, Gregoria tampak gugup ketika diberi bola-bola backhand menyilang di depan net yang membuat ia kehilangan sejumlah poin.

Gregoria mengaku kurang puas dengan penampilannya kali ini namun juga merasa termotivasi. "Ini jadi motivasi karena (peringkat) saya masih jauh dari lawan. Target saya kalau kalah paling tidak saya bisa ambil satu gim dari dia," ujar Gregoria.

Kemudian Jonathan Christie kali ini tampil di bawah performa setelah tak bisa keluar dari tekanan menghadapi Chou Tien Chen, yang kali ini bermain lebih baik dari lima kali pertemuan terakhir. "Jujur saya bermain di bawah tekanan dan tak bisa keluar dari tekanan itu. Dia bermain menekan dan tidak memberi saya ruang untuk bisa melawan balik," ungkap Jonatan Christie usai laga.

Susy berharap sektor tunggal di pertandingan selanjutnya, yakni partai semifinal melawan Jepang, bisa mengejutkan dan mencuri poin. "Walau pun di atas kertas lawan lebih unggul, tak ada yang tak mungkin dalam pertandingan ini karena unggulan-unggulan juga bisa kalah. Hal itu yang mungkin menjadi evaluasi pembelajaran supaya ke depannya bisa lebih baik," jelas dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA