Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Lukaku Ingin Buktikan Masih Pantas Perkuat MU

Rabu 12 Jun 2019 10:57 WIB

Red: Endro Yuwanto

Penyerang MU Romelu Lukaku

Penyerang MU Romelu Lukaku

Foto: AP Photo/Thibault Camus
Lukaku mencetak dua gol saat membawa kemenangan 3-0 timnas Belgia atas Skotlandia.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Romelu Lukaku ingin membuktikan janjinya untuk memanfaatkan musim yang tak menggembirakan di Manchester United (MU) sebagai momen bangkit dan lebih tegar. Ia mencetak dua gol saat membawa kemenangan 3-0 timnas Belgia atas Skotlandia pada penyisihan Euro 2020 di Brussels, Selasa (11/6).

Penampilan meyakinkan tersebut juga untuk mengingatkan pihak MU bahwa Lukaku adalah pemain yang masih bisa diperhitungkan. Dukungan penonton Belgia diperlihatkan kepada Big Rom, julukan Lukaku dengan membentangkan spanduk raksasa tertuliskan "26 tahun, telah menjadi legenda".

Menurut pelatih Belgia Roberto Martinez, seperti dikutip Reuters, apa yang diperlihatkan oleh pendukung Belgia tersebut adalah sebagai sebuah tanda cinta yang membuat timnas Belgia menjadi unik di daratan Eropa.

Lukaku mencetak gol pada menit ke-45 dan ke-57. Ini membuat Belgia belum terkalahkan di Grup I setelah menjalani empat pertandingan.

Menurut Lukaku, ia mengalami musim yang tidak menggembirakan di MU yang membuatnya kehilangan posisi dan terancam tidak akan diperpanjang kontraknya. "Saya memang mengalami masa sulit di klub. Saya kehilangan tempat dan jarang dimainkan," katanya. "Tapi ini adalah fase karier saya dan hasil di pertandingan ini bisa menentukan langkah selanjutnya."

Lukaku juga menolak menjawab pertanyaan seputar berita yang beredar bahwa ia akan hengkang ke Inter Milan.

Martinez, mantan pelatih Wigan Athletic dan Everton, memuji penampilan Lukaku yang konsisten di barisan penyerang dalam tiga tahun terakhir bersama timnas Belgia. Lukaku ikut berperan besar mengantar Belgia menempati peringkat ketiga Piala Dunia 2018 Rusia.

"Saya hanya merasa ikut sedih ketika saya melihat Rom tidak bisa menikmati keberadaannya (bersama Manchester United). Jika ia menikmati permainan, ia akan menjadi pencetak gol yang berbahaya," kata Martinez.

Lukaku juga mendapat pujian dari Steve Clarke, pelatih Skotlandia, yang pernah menjadi pelatih Lukaku saat masih remaja bersama West Bromwich Albion. "Saya berpelukan dengannya di lorong menuju ruang ganti. Ia meminta maaf karena mencetak gol," kata Clarke bercanda.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA