Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Hazard: Saya Bukan Galactico, Hanya Pemain yang Sangat Bagus

Jumat 14 Jun 2019 13:20 WIB

Red: Bayu Hermawan

Eden Hazard

Eden Hazard

Foto: EPA/Rodrigo Jimenez
Hazard berambisi memenangkan banyak trofi dan menorehkan sejarah bersama Madrid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemain baru Real Madrid Eden Hazard menganggap dirinya belum menjadi seorang "galactico". Namun, Hazard berjanji akan membuktikan dirinya layak mengenakan seragam los Blancos.

Baca Juga

"Saya bukan seorang galactico, saat ini belum. Saya harap dapat menjadi seperti itu suatu hari kelak. Saya memulai lagi dari awal, dan menurut saya, saya ini bukan galactico hanya pemain yang sangat bagus," kata Hazard saat diperkenalkan secara resmi ke publik seperti dilansir laman resmi Real.

Dalam kesempatan itu, Hazard tidak ragu menyatakan kesiapannya untuk bermain di semua posisi yang diinstruksikan sang pelatih Zinedine Zidane. "Semua orang tahu bahwa Zidane merupakan idola saya dan untuk dapat dilatih oleh dia merupakan suatu faktor signifikan. Namun saya selalu ingin bermain untuk klub ini. Saya biasanya menikmati bermain di sisi kiri atau sebagai nomor sepuluh, namun itu bukan keputusan saya," ujarnya.

Hazard mengatakan, dirinya punya impian memenangkan setiap pertandingan bersama el Real. Selain itu, ia berharap bisa memenangi banyak gelar bersama Madrid dan menjadi bagian sejarah dari kebesaran los Blancos.

"Saya berharap dapat memenangi gelar sebanyak mungkin dan mengukir sejarah dengan Real Madrid. Di Real Madrid, tim adalah bintang. Saya telah berada di Chelsea selama tujuh tahun dan sekarang saya akan memberikan segalanya untuk grup ini," katanya.

Hazard identik dengan nomor punggung sepuluh sebagaimana yang dikenakannya di Chelsea dan timnas Belgia, namun di Real ia harus ikhlas mengganti nomor punggung karena nomor sepuluh sudah dikuasai Luka Modric.

Hazard bergabung dengan Real yang menjalani salah satu musim terburuk mereka pada musim lalu, di mana klub ibu kota Spanyol itu gagal memenangi satu pun gelar domestik dan harus tersingkir pada putaran 16 besar Liga Champions.

Mantan pelatih timnas Spanyol Julen Lopetegui mengambil alih tim pada tahun lalu menyusul hengkangnya Zidane, namun ia gagal menjawab harapan manajemen dan penggemar untuk kemudian dipecat pada Oktober.

Santiago Solari kemudian mengisi kursi panas di Santiago Bernabeu sampai Maret, untuk kemudian posisi tersebut kembali dipercayakan kepada Zidane.

Keruntuhan Real, yang kontras dengan catatan manis raihan empat trofi Liga Champions dalam lima musim, berperan besar untuk membuat Presiden Florentino Perez kembali bernafsu untuk membentuk tim Galacticos. Kali ini salah satu perwujudannya ditandai dengan direkrutnya bintang Chelsea Hazard.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA