Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Ini Penilaian Pelatih Soal Performa Jonatan Christie

Ahad 16 Jun 2019 13:15 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Jonatan Christie

Jonatan Christie

Foto: Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Jonatan harus membenahi fokus dan seberapa besar ambisi meraih gelar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih tunggal putra PP PBSI Hendry Saputra membeberkan beberapa perubahan yang terjadi pada anak didiknya, Jonatan Christie. Performa Jonatan sempat menurun usai merebut medali emas Asian Games 2018, namun perlahan tapi pasti penampilannya mulai membaik.

Setelah beberapa kali membuat kejutan dengan menumbangkan pemain top level di sejumlah turnamen, Jonatan akhirnya berhasil merebut gelar juara di Australia Open 2019. 

"Jonatan dalam kondisi fisik yang prima, dia itu memang staminanya harus bagus. Jonatan mainnya perlu durasi panjang, tempo lama, jadi awalnya itu dulu, teknik dan cara main saya lihat dia bisa lebih menguasai," ujar Hendry dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (15/6).

Kedua, lanjut Hendry, yang harus dibenahi adalah fokus Jonatan dan seberapa besar ambisinya untuk meraih gelar. "Kalau dibilang main lebih safe, memang kalau ketemu kompetitor dia, rata-rata memang sudah lebih safe. Dari beberapa stroke pukulan yang biasanya dia kurang yakin, sekarang lebih berani diterapkan dan menguntungkan, dari pukulan tipuan, atau mengubah arah pukulan. Dari strategi pun sudah lebih baik," beber Hendry.

Jonatan meraih gelar Australia Open 2019 usai mengalahkan teman sendiri, Anthony Sinisuka Ginting, dengan skor 21-17, 13-21, dan 21-14. Meski berstatus turnamen level super 300, namun jelang pengumpulan poin menuju olimpiade Tokyo 2020, banyak para pemain top level yang ambil bagian dalam kejuaraan ini.

Pengumpulan poin olimpiade dimulai pada turnamen New Zealand Open 2019 pada bulan Mei lalu. Pengumpulan poin akan berakhir di turnamen Badminton Asia Championships 2020 pada bulan April mendatang.

"Saya rasa hasil ini cukup oke-lah, di sebuah turnamen, nggak ada capaian yang lebih tinggi dari all Indonesian final. Bagi saya ini sudah oke, melebihi target, tadinya target salah satunya masuk final dan juara, tapi ini keduanya lolos," jelas Hendry. "Kalau dibilang ini kan cuma super 300, nggak apa-apa juara super 300, sah saja, kan lagi mengejar poin untuk olimpiade. Misalnya ada pemain yang nggak ikut super 300 tidak apa-apa juga, tapi kalau pemain itu poinnya kurang, pasti nanti dicari juga turnamen super 300."

Jonatan kini sudah mulai menjalani latihan di Pelatnas Cipayung untuk mempersiapkan diri jelang kejuaraan selanjutnya di Blibli Indonesia Open 2019.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA