Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Tentang Manchester United yang Gagap Hadapi Bursa Transfer

Rabu 19 Jun 2019 11:05 WIB

Rep: Eko Supriyadi/Rizkyan Adiyudha/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Salju menutupi lapangan di kandang Manchester United, Old Trafford pada Rabu (26/12).

Salju menutupi lapangan di kandang Manchester United, Old Trafford pada Rabu (26/12).

Foto: Twitter/Manchester United
United seperti orang kaya raya yang bingung mau diapakan tebalnya isi saldo.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Klub tersukses di Tanah Inggris, Manchester United (MU), belum juga menunjukkan taji sebagai tempat idaman para pesohor lapangan hijau. Hingga pertengah bulan Juni ini, baru winger tim nasional (timnas) Wales, Daniel James, yang merapat.

Uang melimpah yang MU miliki masih segar tersimpan di kas klub. Status MU yang selalu masuk jajaran klub terkaya di dunia seolah mubazir. United seperti orang kaya raya yang bingung mau diapakan tebalnya isi saldo.

Pemilik Old Trafford benar-benar dalam situasi kontradiktif dengan kenyataan industri sepak bola modern yang menjadikan uang sebagai senjata utama. Seharusnya, dengan duit bergelimang, pemain sekelas apapun bisa didapatkan.

Namun faktanya, sejauh ini tak ada nama besar yang dikait-kaitkan ke MU. Ini menjadi bukti bahwa jagoan-jagoan lapangan hijau tak melirik kolektor 20 trofi juara Liga Inggris ini sebagai pelabuhan baru. Memang tak dimungkiri, belum kembalinya kejayaan MU membuat ketidaktertarikan bintang sepak bola ke Old Trafford menjadi wajar.

Bahkan mungkin, siapapun khawatir jika gabung dengan MU hanya akan menenggalamkan nama. Angel Di Maria, Memphis Depay, hingga Alexis Sanchez adalah bukti sulitnya MU mengolah pemain bintang menjadi aset tim.

Kembali ke status tim kaya raya, MU gagap menghadapi bursa transfer meski uang seharusnya bukan masalah. Cara tim lobi transfer MU pada bursa jual beli pemain musim panas 2019 pun jadi sorotan. Pembelian bek kanan milik Crystal Palace, Aaroon Wan-Bissaka tak juga terwujud.

MU dikabarkan menawar Bissaka dengan sodoran uang 35 juta pounds (Rp 627 miliar). Namun, Palace kukuh hanya akan melepas bek berusia 21 tahun itu dengan banderol 50 juta pounds (Rp 896 miliar). Di sini uniknya, untuk menutup margin 15 juta pounds, MU kemudian mengiming-imingi Palace dengan sistem penambahan bersyarat. Artinya, uang 15 juta pounds barus akan dibayarkan jika performa Bissaka terbukti impresif selama berkostum MU.

Aksi lobi-lobi yang dilakukan MU jelas mengundang tanya. Jika berani menawar 35 juta pounds, mengapa untuk mengeluarkan 15 juta pounds agar genap menjadi 50 juta pounds saja pelit?. Bukankah MU klub yang kaya.

Fan tentu layak marah. Bagi suporter, klub yang dicintai mesti menjadikan trofi di atas segalanya. Jika harus mengeluarkan ratusan juta pounds sebagai modal, tak mengapa asal trofi bisa diraih.

Entah apa yang membuat pesona MU begitu cepat luntur dalam waktu enam tahun terakhir hingga menjadikan mereka sulit menggoda bintang lapangan bergabung. Jangankan meminang bintang, MU kini bahkan berada dalam situasi rumit seiring isu akan perginya Paul Pogba dan Romelu Lukaku. Keduanya terang-terangan telah melempar pernyataan yang mengindikasikan keinginan untuk pergi.

"Saya telah bersama Manchester United selama tiga tahun dan telah semuanya berjalan luar biasa, saya mengalami beberapa momen baik dan beberapa momen buruk, seperti semua orang. Seperti di tempat lain. Saya rasa sudah saat yang tepat untuk memiliki tantangan baru di tempat lain. Saya sedang memikirkan ini: untuk memiliki tantangan baru di tempat lain," kata Pogba kepada wartawan di Tokyo dikutip The Guardian, akhir pekan lalu.

Lukaku lebih frontal, ia memuji pelatih klub lain, Inter Milan, Antonio Conte sebagai juru taktik terbaik di dunia. Lukaku juga mengungkapkan, dirinya selalu bermimpi bisa bermain di Seri A Italia.

"Antonio Conte bagi saya adalah manajer terbaik di dunia. Saya selalu menjadi penggemar berat Liga Italia. Liga Italia menjadi salah satu impian saya untuk bisa bermain disana selain Liga Primer Inggris" ucapnya kepada Sport Mediaset seperti dikutip dari ESPN.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA