Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Brasil Ditahan Imbang Venezuela Tanpa Gol

Rabu 19 Jun 2019 09:38 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Pemain David Neres (tengah) berduel bola dengan pemain Venezuela Mikel Villanueva (kanan) dalam pertandingan Grup A Copa America 2019 di Stadion Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil, Rabu (19/6) pagi WIB.

Pemain David Neres (tengah) berduel bola dengan pemain Venezuela Mikel Villanueva (kanan) dalam pertandingan Grup A Copa America 2019 di Stadion Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil, Rabu (19/6) pagi WIB.

Foto: EPA-EFE/Mauricio Duenas Castaneda.
Brasil gagal memastikan lolos lebih cepat ke babak gugur Copa America 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Brasil gagal memastikan lolos lebih cepat ke perempat final Copa America 2019. Sebab, Brasil hanya mampu bermain imbang 0-0 kontra Venezuela di Stadion Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil, Rabu (19/6) pagi WIB. 

Baca Juga

Meski mengemas hasil seri anak asuh Tite masih bercokol di peringkat pertama Grup A dengan perolehan nila empat berkat satu kemenangan dan sekali imbang. Angka tersebut sama dengan yang dimiliki Peru di posisi kedua usai mengalahkan Bolivia 3-1.

Sementara itu, Venezuela yang tercecer di posisi tiga dengan raihan dua poin dari dua kali seri masih memiliki peluang untuk lolos ke babak selanjutnya jika pada pertandingan terakhir berhasil memetik angka penuh sambil menanti hasil laga lain.

Brasil turun dengan kekuatan utama, Roberto Firmino, David Neres,dan Philippe Coutinho main sejak peluit awal. Namun, kokohnya pertahanan Venezuela tak bisa ditaklukan Selecao hingga peluit akhir berbunyi.

Selecao sempat membobol gawang Venezuela melalui gol-gol Roberto Firmino, Gabriel Jesus, dan Philippe Coutinho. Namun wasit Julio Bascunan tidak mengesahkan satu gol pun setelah ia melihat VAR.

Peluang pertama Brasil tercipta pada menit ke-15. Operan Arthur diterima Neres yang berada di sisi kiri area penalti dan dekat dengan gawang. Sayang tembakan penyerang Ajax itu masih gagal menemui sasaran.

Perlahan-lahan Venezuela mencoba balas menekan. Mereka memiliki peluang bagus saat Ronald Hernandez mampu melewati Filipe Luis dan Neres, tetapi bola umpan silang kirimannya hanya dapat ditanduk melebar oleh Salomon Rondon.

Setelah gawangnya sempat diancam Rondon, Brasil semakin gencar menekan. Filipe Luis mengirimkan operan bagus kepada Philippe Coutinho, namun penyerang Barcelona itu gagal menguasai bola dengan sempurna. Peluang lain didapat melalui tendangan bebas Dani Alves, namun eksekusi sang kapten malah membentur dinding hidup pemain Venezuela.

Gawang Venezuela akhirnya bobol pada menit ke-39, melalui sepakan Firmino menyambar umpan Dani Alves. Namun wasit tidak mengesahkan gol tersebut karena Firmino mendorong bek Venezuela yang mengawalnya sebelum menyambut umpan tersebut.

Pelatih Tite memasukkan Jesus untuk menggantikan Richarlison pada babak kedua, dengan harapan dapat menambah daya gempur Brazil. Jesus kemudian memecah kebuntuan pada menit ke-60.

Jesus mengawali serangan dengan tembakan dari sudut kotak penalti, yang dapat ditahan kiper Osorio untuk membuat bola mengarah ke jalur pergerakan Firmino. Penyerang Liverpool itu kemudian mengirimkan bola kepada Jesus, untuk kemudian dikonversi menjadi gol. Namun setelah melihat tayangan VAR, wasit menganggap Firmino telah berada dalam posisi offside saat menerima bola meski terjadi defleksi.

Pertahanan rapat Venezuela membuat Brasil semakin kesulitan menciptakan peluang. Tite kemudian memasukkan Everton untuk menggantikan Neres yang pada hari ini terlihat tampil kurang maksimal.

Brazil kembali mengemas gol pada menit ke-86. Everton mengirim bola ke mulut gawang, yang mampu didorong kiper Venezuela Wuilker Farinez. Bola mengarah ke jalur pergerakan Coutinho, yang tanpa kesulitan meneruskannya ke gawang Venezuela.

Sayangnya Brazil kembali harus gigit jari. Setelah melihat VAR, wasit kembali menganulir gol Selecao. Skor tetap imbang tanpa gol.

Wasit kemudian memberikan tambahan waktu sembilan menit. Tetapi sampai pertandingan benar-benar usai, skor kacamata tetap bertahan.

Partai pamungkas akan mempertemukan dua tim terkuat Brasil versus Peru di Arena Corinthians, Ahad (23/6) mendatang. Laga tersebut bisa jadi penentu untuk lolos sebagai pemimpin Grup A.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA