Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Meski Gagal ke Final, Darije Apresiasi Permainan PSM

Rabu 26 Jun 2019 19:07 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Bayu Hermawan

Pesepak bola PSM Makassar Zulham Zamrun (kiri) berusaha melewati pesepak bola Becamex Binh Duong asal Vietnam Victor Nabay Mansaray pada semi final leg kedua Piala AFC 2019 zona Asean di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019).

Pesepak bola PSM Makassar Zulham Zamrun (kiri) berusaha melewati pesepak bola Becamex Binh Duong asal Vietnam Victor Nabay Mansaray pada semi final leg kedua Piala AFC 2019 zona Asean di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Langkah PSM Makassar di ajang Piala AFC 2019 zona ASEAN harus terhenti.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Langkah PSM Makassar di ajang Piala AFC 2019 zona ASEAN harus terhenti. PSM gagal melajut ke final, setelah kalah dalam agregat gol tandang dari Becamex Binh Duong.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Pekansari, Bogor, Rabu (26/6) sore, PSM Makassar berhasil mengalahkan Becamex dengan skor 2-1. Namun, hasil itu tidak berhasil membawa PSM melangkah ke final.

Sebab, pada leg pertama PSM kalah 0-1 saat bertamu ke markas Becamex, sehingga hasil akhir 2-1 pada leg kedua membuat PSM kalah dalam perolehan gol tandang meskipun skor agregat antara kedua tim imbang 2-2.

Kendati demikian, permainan menarik dipertontonkan oleh kedua tim pada laga pamungkas. Baik Becamex maupun PSM, keduanya saling jual beli serangan selama 90 menit laga berlangsung. Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic pun mengapresiasi permainan anak asuhnya yang sudah berjuang dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh pelatih.

"Kami tim yang mendominasi 90 menit dan dari dominasi itu kami dapat beberapa peluang. Dari peluang-peluang itu dari dominasi ini saya kira kami layak pimpin 1-0," kata Darije dalam konferensi pers usai laga di Stadion Pekansari, Bogor, Rabu (26/6).

Sebagai tuan rumah, PSM terbilang lebih menguasai jalannya pertandingan. Kendati demikian, PSM sempat tertinggal 0-1 di menit-menit akhir babak pertama. Gol perdana yang diciptakan Wander Luiz itu pasalnya sempat membuat mental skuat Juku Eja tertekan di ruang ganti. Wander tercatat berkali-kali memberikan ancaman ke gawang Rivky Mokodompit.

Hingga pada menit ke 45+3, Wander berhasil merobek gawang Rivky melalui sundulan. Babak pertama berakhir dengan skor sementara 0-1. Darije pun mengakui kehebatan Becamex dari gol tersebut. "Itu gol yang bagus saya berikan pujian kepada Becamex," ujarnya.

Pada babak kedua, PSM Makassar bermain dengan lebih agresif. Hampir selama 10 menit pertama, Juku Eja berikan serangan bertubi-tubi ke lini pertahanan Becamex. Darije pun menilai anak asuhnya telah berjuang semaksimal mungkin untuk bangkit dari keterpurukan saat tertinggal 0-1. Pasalnya, dengan ketertinggalan itu, PSM mendapatkan beban mental yang besar untuk meraih tiga gol di babak kedua demi lolos ke babak selanjutnya.

"Kalian jangan lupakan bahwa penain harus pergi ke ruang ganti dengan beban pikiran kalah 0-1. Oleh karena itu, saya tetap bangga pemain ikuti strategi dan cetak dua gol. Dan masih membutuhkan dua hingga tiga peluang untuk cetak gol ketiga," ujar Darije.

Mengenai kegagalannya tersebut, Darije tidak patah arang. Bahkan, dia tetap mengapresiasi permainan anak asuhnya. Menurut dia, dalam sepak bola wajar jika sesekali menerima kegagalan untuk terus melaju hingga akhir. "Ini adalah sepak bola bahkan dengan menang pun tidak cukup. Kami harus terima hasil ini," katanya.

Sementara itu, pelatih Becamex Nguyen Thanh Son puas dengan hasil akhir yang membawa timnya lolos ke babak berikutnya. Menurut dia, para penggawa Becamex telah bermain dengan baik meski gagal meraih kemenangan. Dia mengakui, fokus para pemain menurun di babak kedua.

"Menurut saya, pertandingan tadi tim kami bermain dengan baik khususnya di babak pertama, tapi di babak kedua ada beberapa momen dimana pemain kurang konsentrasi sehingga PSM mencetak dua gol," kata Son.

Senada dengan Darije, Son menilai kedua tim berikan penampilan yang menarik untuk ditonton. Selain itu, Son mengaku Becamex lebih beruntung karena berhasil mencetak satu gol yang membawanya lolos ke final zona ASEAN. Dia mengatakan akan mengevaluasi hasil pertandingan tersebut lantaran kecolongan dua gol.

"Menurut saya kedua gol PSM Makassar adalah hasil dari pertahanan kami yang kurang baik sehingga PSM bisa memanfaatkannya menjadi gol," ujarnya.

Pada laga tandang, Son mengaku sempat tertekan oleh pemain ke-12 lawan, yakni para suporter. Son menilai tim asuhannya sempat tertekan di 15 menit pertama. "Pada 15 menit pertama kami mendapat tekanan dari penonton. Tapi, setelah itu kami bisa menanganinya dan bermain dengan lebih percaya diri," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA