Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Kurniawan Bangga Jika Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Kamis 27 Jun 2019 19:54 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Bayu Hermawan

Kurniawan Dwi Yulianto Republika/Yasin Habibi

Kurniawan Dwi Yulianto Republika/Yasin Habibi

Foto: Republika/Yasin Habibi
Kurniawan berharap dampak positif bagi sepak bola Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan bintang tim nasional (Timnas) Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto mendukung rencana Indonesia mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034. Kurniawan mengaku bangga jika Indonesia benar-benar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia.

"Saya mendukung sepenuhnya dan juga berharap akan berdampak positif buat persepakbolaan Indonesia dalam segala hal, bukan hanya venue pertandingannya tapi juga prestasi dan juga keprofesionalan klub-klub di indonesia," kata Kurniawan saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (27/6).

Menurutnya Indonesia perlu membenahi banyak hal untuk memenuhi standarisasi FIFA dalam pemilihan venue. Terlebih, kata dia, ini berbicara tentang Piala Dunia, dimana akan menjadi perhatian miliaran pasang mata di seluruh pelosok bumi. Sebab itu Indonesia harus mempersiapkan diri dalam segala hal. Mengenai oknum suporter yang kerap kali berulah di beberapa laga domestik, Kurniawan yakin mereka akan menyatu dalam event-event internasional.

"Karena sejauh ini kalau sudah membawa negara Indonesia, Alhamdulillah suporter kita bisa bersatu," ujarnya.

Namun, terlepas dari itu Kurniawan berharap suporter Indonesia bisa lebih dewasa dalam menikmati olahraga sepak bola. Menurutnya, sepak bola sebagai olahraga layak untuk dinikmati sebagai hiburan keluarga. Namun, hal itu tidak akan terwujud selama ada bumbu-bumbu kekerasan dalam sepak bola.

"Saya pribadi sangat berharap tidak ada lagi bentrok fisik antar supporter, agar sepak bola bisa sama-sama dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, agar sepak bola menjadi tontonan bagi keluarga di setiap weekend dan bukan malah menakutkan, saya ngerti ini gak gampang karena history yang panjang dari yang dulu-dulu, tapai kalau nggak mulai dari sekarang terus kapan lagi," ujarnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA