Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Presiden Milan Bersyukur Timnya Dicoret dari Liga Europa

Sabtu 29 Jun 2019 20:10 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Bayu Hermawan

Logo AC Milan (ilustrasi)

Logo AC Milan (ilustrasi)

Foto: flickr.com
AC Milan dipastikan gagal berkompetisi di Liga Europa, setelah terbelit kasus FFP.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- AC Milan dipastikan gagal berkompetisi di Liga Europa musim 2019/2020, setelah terbelit kasus Financial Fair Play (FFP). Meski menyesal dan harus menghormati keputusan itu, Presiden Milan Paolo Scaroni mengaku masalah ini bisa menjadi akhir dari beban yang mereka miliki selama beberapa tahun terakhir.

"Sangat mengecewakan tidak bermain di Eropa, tetapi kami bukan yang bertanggung jawab atas pelanggaran ini. Kami hanya harus mengakhiri saga ini dan melepaskan beban dari punggung kami," tegas Scaloni kepada Sky Sport disadur Football Italia, Sabtu (29/6).

Sebelumnya pada Jumat (28/6) waktu setempat Badan tertinggi sepak bola Eropa alias UEFA melalui keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) secara resmi mengeluarkan i Rossoneri dari kompetisi kasta kedua Benua Biru. Direksi Milan sebelumnya mengajukan banding terhadap larangan dua tahun yang dijatuhkan UEFA musim panas lalu. Kala itu mereka dinyatakan bersalah melanggar aturan pengeluaran uang medio 2015 dan 2017.

Adapun di bawah peraturan UEFA, klub yang merugi di luar batas yang diizinkan selama periode tiga tahun terakhir menghadapi kemungkinan sanksi, pun dijerat larangan tampil di kompetisi Eropa. "CAS sudah menerbitkan keputusan. Milan dengan sukarela menerima sanksi satu tahun dari kompetisi klub UEFA, dalam penyelesaian pelanggaran peraturan Lisensi Klub UEFA dan peraturan FFP," sambung pernyataan tersebut.

Sejak akhir masa kepemimpinan Silvio Berlusconi kondisi keuangan Milan memang memperhatinkan. Klub peraih 18 gelar Scudetto terjun bebas dari segi prestasi dan tak mampu bersaing di tiga besar klasemen Serie A Italia.

Setelah masalah keuangan yang diderita, Bersluconi memutuskan menjual Milan kepada taipan asal Cina, Yonghong Li. Nahasnya, kondisi Milan justru semakin tidak stabil, dan kini pemilik baru Elliott Management Investment memutuskan bahwa yang terbaik adalah menerima larangan yang diberikan UEFA.

Klub asal kota mode Italia bisa saja mengajukan banding atau melanjutkan negosiasi kepada pihak UEFA agar mereka dapat kembali bersaing di Eropa. Namun, CEO Ivan Gazidis lebih memilih untuk undur diri dan membiarkan klub dikeluarkan dari Liga Europa. Akan tetapi, dengan ketentuan yang ada mereka akan dikecualikan sekali lagi andai Milan tak memenuhi persyaratan impas pada 30 Juni 2021.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA