Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Aksi Pembalap Muda di GP Austria Gambaran Masa Depan F1

Selasa 02 Jul 2019 17:08 WIB

Red: Endro Yuwanto

Max Verstappen

Max Verstappen

Foto: EPA-EFE/VALDRIN XHEMAJ
Verstappen dan Leclerc cetak sejarah jadi pembalap termuda finis di 2 teratas podium.

REPUBLIKA.CO.ID, SPIELBERG -- Balapan GP Austria akhir pekan lalu memberi gambaran bagaimana potensi para pebalap muda F1 menjanjikan masa depan yang kompetitif bagi balapan jet darat itu. Pembalap Red Bull Max Verstappen dan Charles Leclerc dari Ferrari menjadi bintang di Red Bull Ring, Spielberg, lewat duel klasik di pengujung lomba.

Ini memaksa steward balapan melakukan penyelidikan usai kedua pembalap berusia 21 tahun itu terlibat senggolan di tiga lap terakhir. Keduanya mencetak sejarah sebagai pembalap termuda yang finis di dua peringkat teratas, sementara Valtteri Bottas (29 tahun), yang paling senior di podium, meraih peringkat tiga untuk Mercedes. Sedangkan rekan satu Bottas, Lewis Hamilton finis kelima di belakang pembalap Ferrari Sebastian Vettel.

Kemudian, ada rookie 19 tahun asal Inggris Lando Norris yang finis P6 untuk McLaren. Ia menjadi pembalap tercepat di papan tengah. Bisa dibilang GP Austria menjadi obat kerinduan para penggemar F1 terhadap balapan yang ketat dan penuh kejutan setelah menyaksikan GP Prancis yang membosankan pekan sebelumnya.

"Anda selalu minta balapan (sesungguhnya) sepanjang waktu dan sekarang Anda dapatkan itu," ujar juara dunia lima kali Lewis Hamilton usai lomba seperti dikutip Reuters, Selasa (2/7). "Pada akhirnya apa yang hari ini ditunjukkan adalah Anda tak bisa melihat satu akhir pekan dan mengeluh, karena itu yang biasanya terjadi. Ketika satu akhir pekan tidak berjalan baik dan Anda bilang ''oh balapannya membosankan''."

F1 pernah mengalami musim-musim balapan membosankan, salah satunya ketika Michael Schumacher yang terlalu dominan di tahun-tahunnya bersama Ferrari. Balapan GP Austria akhir pekan lalu tidak masuk ke kategori itu ketika Verstappen yang melorot dari P2 ke P7 usai start yang buruk, mampu bangkit untuk memperbaiki posisinya hingga mengklaim kemenangan usai senggolan dengan Leclerc di manuver terakhirnya.

Pembalap asal Belanda itu menyentuh garis finis pertama disambut sorak sorai ribuan pendukungnya yang memakai atribut dan bendera oranye. Verstappen merayakan kemenangannya walau pun masih di bawah penyelidikan steward menyusul insiden senggolan di Tikungan 3 dengan Leclerc, yang mengincar kemenangan dari pole position keduanya musim ini.

Steward memutuskan, setelah melihat bukti video, tidak mengambil tindakan hukuman dan mengonfirmasi finis kedua pembalap tersebut sebagai dua pembalap termuda yang finis 1-2 sepanjang sejarah. Honda sebagai pemasok power unit Red Bull pun merayakan kemenangan pertama di F1 sejak terakhir kali meraihnya pada 2006.

Hamilton, yang membuat debut F1 pada usia 22 tahun, sekarang 34 tahun, menyambut bangkitnya generasi muda pebalap itu. "Saya akan lanjut dan melawan para pembalap muda ini," kata Hamilton usai sesi kualifikasi.

Ketika pertarungan Leclerc dan Verstappen memberi tontonan menarik para penggemar, Norris juga tak kalah membuat impresi. Start dari P5, Norris sempat melesat ke P3 ketika start dan melewati Hamilton lewat manuver berani dari luar di tikungan pertama.

Mengendarai mobil yang tak bisa menandingi kecepatan Mercedes, Ferrari, dan Red Bull, Norris melorot ke belakang. Namun bukan berarti tak memberikan perlawanan kepada Vettel, Verstappen, dan Kimi Raikkonen, pembalap paling senior di grid.

Hasil finis P6 Norris kali ini datang satu pekan setelah kesialan di balapan GP Prancis pekan lalu saat masalah hidrolik menderanya di lap terakhir ketika berada di P7. Walau demikian, Norris mampu finis P10 dan membuatnya memenangi voting "Driver of the Day" di Prancis.

"Saya skeptis pada awalnya. Saya kira dengan umur yang sangat muda, bisakah dia bertahan menghadapi tekanan?" kata juara dunia 1996 asal Inggris Damon Hill soal penampilan Norris sejauh ini. "Dia menghindari masalah, seperti yang ia inginkan, dan dia mendapatkan hasilnya."

Kepala tim Red Bull Christian Horner percaya jika Verstappen adalah pembalap terbaik yang ada saat ini di grid usai melihat penampilan di Austria. "Saya sudah berpikiran seperti itu," kata dia.

Verstappen memberikan kemenangan terbaik bagi Red Bull, lewat kegigihannya meraih kembali posisi setelah melorot, juga kemampuannya mengelola ban dan rem. "Anda mendengarnya lewat radio, dia operator yang tenang sekarang, dan hubungannya dengan para mekanik bekerja baik dan membuat mobil mampu melalui balapan ini. Menyenangkan bisa menjadi bagian dan menyaksikannya beraksi. Performa yang luar biasa dari dia," jelas Horner.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA