Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Sejarah Rivalitas Argentina dan Brasil di Lapangan Hijau

Rabu 03 Jul 2019 00:08 WIB

Red: Bayu Hermawan

Brasil vs Argentina

Brasil vs Argentina

Foto: Youtube
Rivalitas Argentina dan Brasil di lapangan hijau telah berlangsung sejak 1925.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laga bertajuk Super Clasico akan tersaji di babak semifinal Copa America 2019 pada Rabu (3/7) pagi WIB. Brasil akan menghadapi Argentina di Stadion Mineiro, Belo Horizonte.

Brasil dan Argentina telah sebanyak 110 kali bertemu di segala ajang. Rivalitas keduanya disebut-sebut yang paling kental dalam sepak bola di Amerika Selatan.

Berawal dari inisiatif Presiden Argentina Jenderal Julio Argentino Roca menghidupkan rivalitas olahraga dengan Brasil lewat laga rutin yang kelak dikenal sebagai Piala Roca. Dari sanalah Brasil dan Argentina menjelma jadi musuh bebuyutan dalam arti sebenarnya.

Puncak permusuhan keduanya terjadi pada tahun 1925. Kala itu, keduanya bertemu dalam partai final Kejuaraan Amerika Selatan, nama ajang yang kemudian berganti menjadi Copa America, di Stadion Barracas Sportivo, Buenos Aires, Argetina.

La Albiceleste saat itu hanya butuh hasil imbang untuk menjadi juara. Di luar prediksi, Selecao justru sukses mempermalukan Argentina di hadapan publiknya sendiri, melalui dua gol yang dicetak Arthur Friedenrich dan Nilo, hanya dalam tempo 30 menit di babak pertama.

Laga final kemudian berlangsung panas. Permainan keras bahkan baku hantam antar pemain mewarnai jalannya pertandingan tersebut. Tim Tango akhirnya keluar menjadi juara setelah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Pascapertandingan itu, media Brasil kemudian menyebut pertandingan tersebut sebagai Perang Barracas. Dari sanalah titik mula permusuhan antara Selecao dan La Albiceleste.

Semua hal buruk pernah terjadi dalam pertandingan Brasil kontra Argentina. Kontak fisik kasar, penonton masuk lapangan, aksi walk-out, ejekan rasialis, dugaan sabotase meracuni lawan bahkan tindakan yang mengakhiri karier profesional mantan kapten Argentina Jason Salomon. Jika ada yang belum terjadi, mungkin hanyalah seseorang meregang nyawa di tengah lapangan dalam pertandingan antara Argentina kontra Brasil.

Belakangan ketika kedua tim menyadari rivalitas punya nilai jual, mereka memanfaatkannya dengan mengadakan laga Superclasico de las Americas, yang mulai dimainkan di negeri-negeri jauh seperti China, Australia dan Arab Saudi.

Catatan sepanjang masa Brasil membukukan 45 kemenangan dan cuma kalah 39 kali dari Argentina dalam 109 pertemuan laga resmi sepanjang masa. Pertandingan di Mineirao pada Rabu (3/7) WIB nanti bukan sekadar perbaikan atau penajaman rekor pertemuan, tetapi upaya membuka jalan mengakhiri dahaga juara Copa America. 12 tahun bagi Brasil dan 26 tahun di kubu Argentina.

Namun sebelum berhadapan satu sama lain, masing-masing tim harus menaklukkan tantangan dari dalam diri sendiri. Trauma Mineirazo di kubu Brasil dan penantian munculnya mukjizat Messiah bagi Argentina.

Bagi Brasil, Stadion Mineirao adalah tempat yang angker. Bagaimana tidak, di Stadion itulah Brasil benar-benar dipermalukan oleh Jerman di negaranya sendiri, saat pertandingan semifinal Piala Dunia 2014. Saat itu, Jerman mempermalukan Brasil dengan skor tujuh kosong.

Satu hal positif yang sudah dibukukan Brasil adalah, mereka lolos ke semifinal Copa America 2019 dengan menumbangkan satu trauma lain, yakni adu penalti kontra Paraguay yang menyingkirkan mereka dalam dua edisi sebelumnya. Kemenangan 4-3 dalam adu penalti memastikan kelolosan Brasil ke semifinal menghadapi Argentina.

Di sisi lain, meski Mineirao menyimpan kenangan buruk ada memori menyenangkan di sana bagi Brasil, yakni kemenangan kandang terakhir kontra Argentina pada 2016 dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL.

"Kami bermain sangat baik di pertandingan terakhir melawan Argentina di sini dan itu adalah salah satu aspek positif yang harus menjadi fokus kami untuk laga semifinal," kata Silva.

Tiga gol yang dicetak Philippe Coutinho, Neymar dan Paulinho mengantarkan Brasil memetik kemenangan 3-0 atas Argentina kala itu. Modal positif yang harus bisa dijadikan suntikan semangat bagi Tim Samba. Terlebih, Argentina juga masih menantikan sentuhan magis Lionel Messi yang tak kunjung muncul di Copa America 2019.

Catatan lima pertemuan terakhir:

11 Oktober 2014 Brasil 2 - Argentina 0

13 November 2015 Argentina 1 - Brasil 1

10 November 2016 Brasil 3 - Argentina 0

9 Juni 2017 Argentina 1 - Brasil 0

16 Oktober 2018 Brasil 1 - Argentina 0

Prakiraan susunan pemain:

Brasil (4-2-3-1): Alisson Becker; Dani Alves, Marquinhos, Thiago Silva, Filipe Luis; Arthur Melo, Casemiro; Gabriel Jesus, Philippe Coutinho, Everton; Roberto Firmino

Argentina (4-3-3): Franco Armani; Juan Foyth, German Pezzella, Nicolas Otamendi, Nicolas Tagliafico; Rodrigo de Paul, Leandro Paredes, Marcos Acuna; Lionel Messi, Sergio Aguero, Lautaro Martinez

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA