Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

'Suporter Persija Ibu Sunda' Ramaikan Stadion GBK

Rabu 10 Jul 2019 17:26 WIB

Red: Didi Purwadi

Ardi idrus (kiri) dan RIco Simanjuntak berebut bola pada pertandingan Liga-1 Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Ardi idrus (kiri) dan RIco Simanjuntak berebut bola pada pertandingan Liga-1 Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Foto: Yogi Ardhi/Republika
Rivalitas suporter diharapkan tidak merusak citra sepak bola Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suporter Persija Jakarta yang tergabung dalam wadah "Budak Oranye Indung Sunda" (Bois) Purwakarta, Jawa Barat, berharap rivalitas pendukung tidak merusak citra sepak bola Indonesia. Persija Jakarta menjamu Persib Bandung dalam lanjutan laga Liga 1 Indonesia 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/7).

''Kami ingin membuktikan bahwa suporter sepak bola bisa menikmati jalannya pertandingan dari manapun dia berasal," kata Ketua Bois Purwakarta, Sahrul, di Jakarta, Rabu (10/7).

Sahrul bersama koleganya berangkat dari Purwakarta dan tiba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta sejak pukul 07.00 WIB untuk menyaksikan jalannya laga pekan kedelapan Liga 1 Musim 2019. Sahrul mengatakan Bois Purwakarta adalah sub organisasi pendukung yang menginduk pada Koordinator Wilayah (Korwil) Karawang, Jawa Barat.

Susunan pengurus maupun keanggotaan dari organisasi yang dibentuk pada 2012 itu diisi oleh warga Jawa Barat yang cinta pada sepak bola. Masyarakat Jawa Barat yang selama ini identik dengan pendukung fanatik Persib, kata dia, merupakan pilihan dalam menikmati pertandingan sepak bola.

Namun pihaknya mengingatkan agar dukungan fanatik terhadap klub tertentu jangan sampai dirusak oleh perilaku negatif yang mencoreng semangat olah raga dalam mempersatukan bangsa. ''Kami tidak melihat lagi unsur suku untuk mendukung klub sepak bola di daerah. Yang kami lihat adalah prestasinya," katanya.

Sahrul mengatakan penampilan Andritany Adhiyasa dan kolega selama gelaran Liga 1 2018 hingga musim 2019 terus memperlihatkan tren positif. "Kita lihat realitanya saja pada prestasi yang diraih. Bila tim kita kalah pun, bertindaklah sportif. Yang terpenting dari sepak bola adalah cara kita menikmati jalannya pertandingan dan menyikapi kekalahan dengan berlaku dewasa,'' tutup Sahrul.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA