Jumat, 16 Zulqaidah 1440 / 19 Juli 2019

Jumat, 16 Zulqaidah 1440 / 19 Juli 2019

Cori Gauff Diminta tak Lupakan Pendidikan

Kamis 11 Jul 2019 13:40 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Cori 'Coco' Gauff

Cori 'Coco' Gauff

Foto: EPA/NIC BOTHMA
Prestasi Gauff bisa menjadi inspirasi juniornya dan teman sebayanya.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Bocah ajaib, Cori Gauff, sukses melenggang jauh hingga babak keempat Grand Slam Wimbledon setelah mengalahkan Polona Hercog pada babak ketiga. Namun langkahnya terhenti di tangan mantan petenis nomor satu dunia, Simona Halep, pada babak keempat.

Ayah Gauff, Core mengatakan menikmati pertandingan selama turnaman Wimbledon. Apalagi setelah memastikan anaknya lolos hingga babak keempat. “Kami tinggal di sebuah hotel dan kami harus memperpanjang masa tinggal kami, tapi itu hebat,” kata Corey, dikutip dari tennisworldusa, Senin (8/7).

Awalnya, Core memesan hotel hanya satu pekan. Namun terpaksa harus memperpanjang karena anaknya masih bertanding di turnamen bergengsi tersebut. Dia mengungkapkan anaknya mempunyai semangat lebih lama di Wimbeldon.

Gauff, kata Core, mempunyai mimpi memenangkan turnamen tersebut. Banyak hal terjadi selama di Wimbledon dan ia telah memainkan banyak pertandingan. Penampilannya di Wimbledon juga mendapatkan banyak perhatian karena menumbangkan petenis-petenis top, salah satunya Venus Williams pada babak pertama. “Ini sangat bagus untuknya,” ujarnya.

Prestasi Gauff bisa menjadi inspirasi juniornya dan teman sebayanya. Pasalnya, banyak dari mereka yang menonton. Gauff, ungkap Core, adalah anak yang rendah diri dan tak membicarakan tentang tenis ketika di luar pertandingan atau pun saat bersiap melakoni pertandingan.

Kendati menyita banyak perhatian, menurut Core, Cori masih perlu banyak belajar bagaimana menjadi petenis yang lebih baik. Ia hanya mengingatkan bahwa pertandingan di Wimbledon adalah pengalaman hebat yang bermanfaat untuk masa depannya.

Selain itu, keluarga Gauff tetap memikirkan pendidikan anaknya. Ibu Gauff mengatakan, meskipun anaknya menjadi pemain elite namun diharuskan tetap pergi ke universitas untuk belajar.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA