Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Arema Perkasa, Semen Padang Tumbang di Padang

Jumat 12 Jul 2019 17:25 WIB

Red: Israr Itah

Logo Liga 1 Indonesia

Logo Liga 1 Indonesia

Foto: liga-indonesia.id
Semen Padang takluk 0-1 dari Arema FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semen Padang FC belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada Liga 1 2019. Tim yang menempati dasar klasemen kembali menelan kekalahan pada laga pekan kedelapan. Semen Padang takluk 0-1 dari Arema FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (12/7).

Gawang Semen Padang dibobol oleh Dedik Setiawan pada menit ke-39. Penyerang timnas Indonesia ini menyambut umpan matang Sylvano Comvalius dengan tandukan untuk menaklukkan kiper Teja Paku Alam.

Baca Juga

Semen Padang menempati posisi buncit klasemen Liga 1 dengan nilai tiga dari tujuh laga. Kabau Sirah belum merasakan kemenangan. Adapun Arema naik ke posisi sembilan dari peringkat 14 dengan nilai sembilan dari enam pertandingan.

Jalannya laga

Semen Padang yang ditinggal mundur pelatih Syafrianto Rusli tampil menjanjikan di depan pendukung sendiri. Di tangan pelatih baru Weliansyah, Kabau Sirah memegang kendali permainan sejak kick-off dan mendikte tamunya.

Lewat kombinasi permainan sayap dan tengah, Semen Padang mencoba mencari gol. Kecepatan Dedi Hartono bisa menembus sisi kanan pertahanan Arema, namun tak bisa memberikan bola akhir yang matang untuk disantap oleh duer Riski Novriansyah dan penyerang asing asal Chad, Karl Marx. Sementara Arema bermain menunggu dan lebih banyak mengandalkan serangan balik.

Tidak apiknya operan akhir serangan serta finishing buruk membuat gol yang dicari Semen Padang tak kunjung datang. Sebaliknya, keasyikan menyerang membuat para pemain tuan rumah alpa menerapkan transisi dari menyerang ke bertahan yang baik. Beberapa kali Arema kemudian menciptakan peluang berbahaya.

Puncaknya terjadi pada menit ke-39. Comvalius yang ditempel ketat sebagai penyerang tengah bermain melebar ke kanan. Menerima bola di sisi kanan, Comvalius membuat gerakan seolah hendak mengoper bola ke depan gawang. Bek Semen Padang yang menjaga terkecoh sehingga Comvalius dalam posisi terbuka untuk melepas umpan matang. Ia kemudian setengah mencungkil bola dengan kaki kirinya mengarahkan bola tepat di jalur lari rekannya Dedik. Tanpa kesulitan, Dedik mengarahkan bola ke sisi yang tak bisa dijangkau Teja. Ini menjadi gol kelima Dedik sejauh ini.

Gol ini membuat Arema semakin panas. Tak lama, peluang didapat melalui tendangan bebas. Kali ini sepakan Makan Konate bisa dihalau oleh Teja.

Teja kembali menjadi penyelamat Semen Padang memasuki akhir babak pertama. Berawal dari serangan balik cepat, Konate mengoper bola ke Comvalius. Comvalius tak butuh waktu lama meneruskan si kulit bundar ke Dedik yang menusuk ke kotak penalti. Dedik lepas dari jebakan offside dan berdiri cukup bebas untuk melepaskan tendangan. Ia memilih menempatkan bola ke sisi kiri Teja yang menebak dengan tepat untuk mengamankan gawangnya. Skor 1-0 tak berubah hingga jeda.

Arema tetap memberikan tekanan sejak awal babak kedua. Masuk menit ke-51, pelatih Arema Milomir Seslija memasukkan Hanif Sjahbandi menggantikan Hendro Siswanto untuk memperkuat lini tengah. Pelatih Semen Padang Weliansyah merespons dengan menarik pemain asing Jose Augusto Sardon dan memasukkan Rudi, lima menit berselang.

Permainan tak banyak berubah. Semen Padang memainkan bola sedikit lebih cepat, tapi minim kreativitas untuk membongkar pertahanan Arema yang digalang duet Hamka Hamzah dan Artur Cunha.

Arema beberapa kali mendapatkan peluang emas untuk menambah gol, tapi Dedik, Dendi Santoso, dan Comvalius tak bisa memaksimalkannya.

Sementara Semen Padang terus bermain monoton melepas umpan lambung ke depan gawang Arema. Berharap Karl Marx menyambut, nyatanya bola bisa diantisipasi dengan mudah oleh Artur Cunha dan Hamka.

Milo memasukkan Ricky Kayame untuk menggantikan Dendi pada menit ke-69. Weliansyah merespons dengan menarik Karl Marx pada menit ke-72 dan memasukkan Afriansyah. Belum cukup, ia memainkan Manda Cingi pada menit ke-82 menggantikan Fridolin Kristof Yoku.

Sayangnya, pergantian pemain ini tak diikuti dengan perubahan permainan dan cara membangun serangan. Lini tengah Semen Padang kerap terlalu lama menahan bola dan tak bisa cepat mengambil keputusan menentukan opsi serangan. Alhasil, justru Arema yang terus memberikan tekanan berbahaya. Andai Teja tak bermain brilian, Semen Padang sudah kembali kebobolan. Salah satu penyelamatan apik Teja terjadi pada menit ke-88 saat sepakan Hanif yang sudah berdiri bebas bisa ditepisnya.

Milo menghabiskan jatah pergantian pemainnya dengan memasukkan Muhammad Rafli, penyerang timnas U-23, menggantikan Comvalius. Tapi masuknya Rafli tak mengubah skor akhir tetap 1-0 untuk kemenangan Arema.

 

 

 

 

 

View this post on Instagram

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A post shared by Shopee Liga 1 (@liga1match) on

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA