Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Aljazair Tantang Nigeria di Semifinal Piala Afrika 2019

Jumat 12 Jul 2019 17:31 WIB

Red: Didi Purwadi

Pemain timnas Pantai Gading, Wilfried Zaha (kiri), berebut bola dengan pemain Timnas Aljazair, Djamel Benlamri, dalam laga perempat final Piala Afrika 2019 di Stadion Suez, Mesir, Kamis (11/7).

Pemain timnas Pantai Gading, Wilfried Zaha (kiri), berebut bola dengan pemain Timnas Aljazair, Djamel Benlamri, dalam laga perempat final Piala Afrika 2019 di Stadion Suez, Mesir, Kamis (11/7).

Foto: EPA-EFE/Samuel Shivambu
Aljazair tekuk Pantai Gading lewat adu penalti di perempat final Piala Afrika 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aljazair menyingkirkan Pantai Gading lewat adu penalti yang berakhir 4-3 dalam laga perempat final Piala Afrika 2019 di Stadion Suez, Mesir, Jumat dini hari WIB. Aljazair melenggang untuk menantang Nigeria pada babak semifinal.

Nigeria sudah lebih dulu memastikan diri lolos ke babak empat besar dengan menyingkirkan Afrika Selatan 2-1. Laga semifinal Nigeria kontra Aljazair akan dilangsungkan di Stadion Kairo Internasional pada Ahad (14/7).

Aljazair melaju ke babak semifinal dengan memupuk mimpi mereka untuk bisa mengulangi kesuksesan menjuarai Piala Afrika pada edisi 1990. Sedangkan, Pantai Gading harus rela kebangkitan mereka tertunda lagi.

Aljazair lolos ke babak semifinal usai menang adu penalti dari Pantai Gading. ''Setelah imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal serta babak tambahan, dua penendang Pantai Gading, Wilfried Bony dan Serey Die gagal melakoni tugasnya sehingga Aljazair lolos ke babak semifinal,'' demikian catatan laman resmi turnamen.

Tapi Aljazair sempat dilanda ketegangan karena penendang terakhir mereka Youcef Belaili mendapati tembakannya membentur tiang kiri gawang. Beruntung Die juga mengalami nasib serupa sehingga Pasukan Rubah Gurun bersorak gembira.

Aljazair unggul lebih dulu berkat gol Sofiane Feghouli pada menit ke-20 setelah menyambut umpan tarik kiriman Ramy Bensebaini. Mereka berhasil menahan gelombang serangan Pantai Gading hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, serangan cepat Aljazair membuahkan hadiah tendangan penalti ketika penyerang Baghdad Bounedjah dijatuhkan kiper Sylvain Gbohouo. Sayang, eksekusi penalti Bounedjah yang sudah memperdaya Gbohouo itu malah membentur mistar gawang.

Hal itu harus dibayar cukup mahal oleh Aljazair yang pada menit ke-62. Gawang mereka dibobol Jonathan Kodjia untuk mengubah skor menjadi imbang 1-1.

Usai kedudukan imbang, Aljazair berusaha merespon namun tembakan Riyad Mahrez yang sudah tak mampu dijangkau Gbohouo itu berhasil disapu Mamadou Bagayoko sebelum melewati garis gawang. Aljazair berusaha keras memastikan kemenangan dalam waktu normal, termasuk menurunkan Adam Ounas menggantikan Bounedjah yang kemudian menghabiskan sisa pertandingan diliputi raut kekecewaan serta kekhawatiran di bangku cadangan.

Skor 1-1 tidak berubah hingga waktu normal berakhir juga ketika 2x15 menit babak tambahan selesai dimainkan. Aljazair sebetulnya sempat hampir memastikan kemenangan pada pengujung babak tambahan kedua lewat tendangan bebas Andy Delort. Tapi sayang, tendangannya melenceng tipis di sisi gawang.

Dalam adu penalti, Aljazair memperoleh keunggulan setelah kiper Rais M'Bolhi sukses menghentikan tembakan Bony di sisi kiri bawah gawang. Belaili, penendang kelima Aljazair, berpeluang memastikan kemenangan. Namun, tembakannya membentur tiang kanan gawang.

Beruntung bagi Belaili, ia bisa bernapas lega setelah nasib serupa juga dijalani penendang terakhir Pantai Gading, Die. Aljazair pun memastikan meraih tiket semifinal Piala Afrika 2019.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA