Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Masalah Sistem Turbo Buat Verstappen Gagal Start Terdepan

Ahad 14 Jul 2019 18:45 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Andri Saubani

Max Verstappen

Max Verstappen

Foto: EPA-EFE/VALDRIN XHEMAJ
Max Verstappen start di posisi keempat pada GP Inggris Raya.

REPUBLIKA.CO.ID, SILVERSTONE -- Pembalap Red Bull, Max Verstappen menyatakan mengalami kegagalan sistem turbo pada mobilnya saat kualifikasi GP Inggris Raya, Sabtu (13/7) kemarin. Ia terpaksa akan memulai balapan di Silverstone, Ahad (14/7) dari posisi start keempat.

Pembalap asal Belanda itu memiliki catatan wakt yang hanya terpaut 0,183 detik lebih lambat dari sang pemuncak, Valtteri Bottas. Namun, Verstappen mengklaim dirinya kehilangan waktu mencapai 0,2 detik akibat masalah turbo lag yang ia alami saat melibas tikungan berkecepatan rendah. Ia merasa mesin Honda pada mobilnya tidak memberikan tenaga seperti yang diharapkan saat RPM (rotasi per menit) rendah.

Padahal, Verstappen yakin dia bisa ikut meramaikan pertarungan pole bersama duo Mercedes: Bottas dan Lewis Hamilton, serta pembalap Ferrari, Charles Leclerc, jika tak ada masalah pada mobilnya.

"Jika melihat hasil sepanjang pekan, kita bisa tahu bahwa sebelum kualifikasi, keseimbangan mobil saya masih kurang bagus. Jadi ketika kami bisa bangkit saat kualifikasi, itu menjadi hal yang positif," kata Verstappen seperti dilansir Motorsport.

Menurutnya, turbo lag dapat mengakibatkan mobil tak dapat memacu kecepatan secara maksimal dan mempersulit manuvernya saat belok di tikungan. Hal itu, lanjutnya, sangat merugikan karena Verstappen tampil maksimal pada seri balap sebelumnya di Austria.

Usai kualifikasi, Red Bull dan Honda dikabarkan sedang berusaha mencari tahu alasan terdapat jeda antara pedal gas Verstappen dengan penyaluran tenaga dari mesin yang menjadi biang keladi turbo lag.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA