Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Djokovic tak Menyangka Bisa Lima Kali Juara Wimbledon

Senin 15 Jul 2019 04:23 WIB

Red: Bayu Hermawan

Petenis Serbia, Novak Djokovic

Petenis Serbia, Novak Djokovic

Foto: EPA/Srdjan Suki
Djokovic mempertahankan gelar juara Wimbledon setelah mengalahkan Federer.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Novak Djokovic kembali menjadi juara Wimbledon, setelah di partai final Ahad (14/7) WIB, mengalahkan Roger Federer. Usai pertandingan, Djokovic mengaku tak pernah membayangkan bisa meraih trofi Wimbledon untuk kelima kalinya.

Petenis asal Serbia berusia 32 tahun itu dua kali berturut-turut menjuarai Wimbledon. Djokovic berhasil melewati duel epik, final paling lama dan final pertama yang ditentukan oleh set tie-break.

Djokovic yang kalah catatan rekor dari lawannya yang berusia 37 tahun itu akhirnya menang 7-6 (7/5), 1-6, 7-6 (7/4), 4-6, 13-12 (7/3) dalam tempo 4 jam 57 menit. "Sangat sulit dipercaya bisa bangkit setelah menghadapi dua match poin dan aneh sampai harus memainkan tie-break hingga 12-12," katanya.

Djokovic memuji penampilan petenis asal Swissm Roger Federer, yang menjadi lawannya itu. Ia pun memasukan partai final kali ini sebagai salah satu pertandingan terberat dalam karirnya.

"Saya kira jika pertandingan ini bukan final yang paling menarik maka pertandingan ini sudah pasti merupakan dua atau tiga teratas dalam karir saya melawan salah satu pemain terbesar sepanjang masa, Roger, yang saya hormati," kata Djokovic.

"Sayang pada pertandingan seperti ini harus ada orang yang kalah," ucapnya.

Djokovic kini menyamai rekor legenda Swedia Bjorn Borg mengangkat trofi Wimbledon lima kali. Ia mengaku menjadi juara selalu menjadi impiannya sejak kecil. "Saya ingin mengucapkan terima kasih secara khusus kepada orang tua saya atas segalanya."

Federer yang kecewa karena gagal menjadi juara Grand Slam tertua dan juara Wimbledon kesembilannya, mencoba menghibur diri tentang dia menjadi bagian dari final yang epik ini. Federer juga pernah melewati pertandingan final terlama saat menyerah kepada Rafael Nadal pada 2008.

"Saya akan berusaha melupakannya tetapi ini pertandingan terbesar. Saya senang pada penampilan saya, selamat Novak, yang tadi itu memang gila."

Federer berharap menjadi contoh untuk orang-orang seusianya. "Saya berharap saya memberi orang-orang berusia 37 tahun perasaan bahwa ini belum berakhir, saya merasa baik-baik saja," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA