Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Juventus yang Terus Menjadi Magnet Calon Bintang

Senin 15 Jul 2019 12:20 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Endro Yuwanto

Matthijs de Ligt

Matthijs de Ligt

Foto: EPA-EFE/Remko de Waal
Dalam sedekade terakhir, Juventus menjadi tempat berlabuh pada calon bintang.

REPUBLIKA.CO.ID, Bukan rahasia lagi, Juventus menjadi tempat berlabuh pada calon bintang. Setidaknya dalam sedekade terakhir.

Sebelum memiliki nama mentereng seperti sekarang, Paul Pogba hanyalah jebolan akademi Manchester United (MU) yang belum mendapat kepercayaan dari pelatih Sir Alex Ferguson. Dua tahun berbaju Iblis Merah di era Fergie, Pogba tampil dalam tujuh laga di berbagai ajang. Merasa bakatnya disia-siakan, sang gelandang ke luar negeri.

Pada 2012 lalu, Pogba menuju Juventus. Saat itu, ia baru berusia 19 tahun. Sebuah perjudian.

Apa yang terjadi selanjutnya? Pogba membuat pilihan yang bagus dalam kariernya. Bersama Juve, ia menjadi salah satu pesepak bola terbaik dunia.

Pada 2016, Pogba kembali ke United. Kini ia berstatus andalan klub pemilik Stadion Old Trafford itu. Sang gelandang pun membawa Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018.

Ini salah satu bukti Juve diminati para calon bintang besar dalam jagat sepak bola dunia. Selanjutnya ada Paulo Dybala. Pria Argentina ini berkostum hitam-putih pada 2015 lalu.

Saat itu, Dybala berusia 22 tahun. Sejumlah tim lain turut memburu eks Palermo itu. Salah satunya AC Milan.

Pada akhirnya, La Joya memilih Bianconeri. Sudah empat musim, Dybala berkostum hitam-putih. Nama yang bersangkutan kian mendunia.

Sang penyerang merasakan hal itu. Bahkan kehidupannya tidak sebebas dulu. Ia menjelma menjadi pemain berlevel bintang.

"Saya harus terbiasa dengan ritme berbeda. Ketika Anda di Juventus, semuanya berbeda. Orang-orang terus meminta foto. Menyenangkan, melihat orang-orang dan anak-anak mendatangi Anda," kata Dybala, dikutip dari Calciomercato, beberapa saat lalu.

Kemudian ada nama Rodrigo Bentancur. Gelandang belia itu andalan tim nasional Uruguay. Baru berusia 22 tahun, Bentancur sudah memiliki 23 caps La Celeste senior.

Sebuah prestasi mentereng untuk anak semuda itu. Jebolan akademi Boca Juniors ini bergabung ke Juve sejak 2017 lalu. Saat itu yang bersangkutan baru memasuki kepala dua.

Sebuah perjudian. Pertama dari Juventus. Klub raksasa Italia membeli pemain muda yang belum banyak diekspose media. Namun Juve memenangkan perjudian tersebut.

photo

Rodrigo Bentancur

Terbukti, manajemen Bianconeri baru saja memperpanjang kontrak sang pemain. Selanjutnya dari sisi Bentancur. Jagoan La Celeste ini mengaku sempat merasa gugup saat mengetahui bakal berangkat ke Turin.

Bentacur menuju salah satu tim terbesar dunia. Namun ia sanggup mengalahkan rasa takutnya. Terbukti dalam dua musim, ia telah membela Si Nyonya Tua dalam 66 laga di berbagai ajang dan mencetak dua gol.

"Impian saya, adalah bermain di Eropa. Ketika kesempatan itu datang, saya langsung mengambilnya. Sebuah kehormatan bisa membela Juventus," ujar Bentancur kepada JTV, dikutip dari Football Italia.

Teranyar, satu jagoan belia, terus dikaitkan dengan Juve. Dia adalah Matthijs de Ligt. Bek tengah yang bulan depan berusia 20 tahun itu bukan pemain kacangan. Di usia yang masih sangat muda, De Ligt telah menjadi andalan Ajax Amsterdam dan tim nasional Belanda.

Pemain bernomor punggung empat itu bahkan berstatus kapten Ajax. Kini selangkah lagi, Juve mengunci tanda tangan calon palang pintu terbaik dunia. Setelah berdarah-darah, klub raksasa Italia itu mengalahkan Barcelona saat memburu jebolan akademi De Joden ini.

Sebenarnya keterkaitan antara Juve dengan De Ligt bukan hal baru. Pemberitaan teranyar seolah-olah, Bianconeri menyalib Barca. Tapi jauh sebelum Barcelona elakukan penawaran, Juventus telah membawa sang bek berkeliling ke seantero Allianz Stadium.

Saat itu, De Ligt sedang memperkuat timnas Belanda beruji coba melawan Italia. Kebetulan, venue pertandngan big match tersebut memakai stadion milik Juventus. Apapun itu, kisah beberapa nama di atas membuktikan, klub hitam-putih menjadi magnet para calon bintang kelas dunia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA