Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Bakayoko: Tak Ada Pilihan Saya Harus Kembali ke Chelsea

Jumat 14 Jun 2019 15:37 WIB

Red: Bayu Hermawan

Tiemoue Bakayoko (bawah).

Tiemoue Bakayoko (bawah).

Foto: EPA-EFE/MATTEO BAZZI
Bakayoko meninggalkan Milan setelah masa pinjamannya selesai.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Tiemoue Bakayoko meninggalkan San Siro untuk kembali ke Stamford Bridge. Namun pemain asal Prancis itu mengatakan tidak tahu apakah musim depan dirinya akan membela Chelsea atau tim lain.

Masa pinjaman gelandang berusia 24 tahun itu di AC Milan telah selesai. Bakayoko yang musim lalu tampil 42 kali membela Rossoneri diketahui mempunyai hubungan yang tidak baik dengan Gennaro Gattuso, pelatih Milan, yang juga harus hengkang pada akhir musim ini.

Bakayoko diboyong oleh Chelsea dari Monako pada 2017 lalu, dengan harga 40 juta poundsterling. Namun, Bakayoko gagal menampilkan performa yang diharapkan, sehingga dirinya dipinjamkan ke Milan.

Kini, Bakayoko harus kembali ke Chelsea, dan masa depannya pun belum jelas, setelah the Blues bakal punya pelatih baru musim depan. "Ya, saya memiliki tiga tahun tersisa di kontrak saya. Saya tidak punya pilihan selain kembali ke Chelsea," ucapnya kepada L'Equipe seperti dikutip dari Daily Mail.

"Apa yang akan terjadi selanjutnya, saya tidak yakin, tetapi saya harus kembali ke Chelsea, itulah satu-satunya yang kita tahu," katanya.

Saat ditanya harapannya, Bakayoko berharap bisa kembali ke Prancis, dan membela Paris Saint-Germain (PSG). Namun, hingga saat ini belum ada sinyal dari raksasa Ligue 1 itu tertarik mendatangkan Bakayoko.

"Yang pasti, suatu hari aku ingin bermain di Paris. Aku tidak bisa berbohong tentang itu. (Bermain di PSG) adalah hal besar untuk saya, karena saya orang Paris, dan PSG adalah klub yang saya cintai," ujarnya.

Saat ditanya terkait kesannya selama berseragam Milan, Bakayoko mengakui dirinya mengalami masa-masa sulit di Rossoneri. Bahkan, dirinya tak mau membahas soal hubungannya dengan Gennaro Gattuso, pelatihnya di Milan saat itu.

"Saya sedih harus pergi (dari Milan) tetapi ini adalah kehidupan. (Soal hubungan dengan) Gattuso? saya memiliki hubungan yang rumit dengannya, kami tidak saling memahami. Saya benar-benar tidak ingin membicarakannya," ucapnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA