Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Tunggal Putri Kalah Kelas

Rabu 17 Jul 2019 10:37 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Pemain tunggal putri Indonesia, Ruselli Hartawan.

Pemain tunggal putri Indonesia, Ruselli Hartawan.

Foto: Tim Humas PBSI
Ruselli dan Fitriani kalah dari para pemain dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pemain tunggal putri Indonesia memang mendapatkan undian yang tidak beruntung di babak pertama Blibli.com Indonesia Terbuka 2019 yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta. Mereka harus sudah melawan para pemain 10 besar dunia.

Pemain muda Ruselli Hartawan yang berperingkat 40 dunia harus melawan pemain Thailand berperingkat 7 dunia. Ratchanok merupakan Juara Dunia 2013 dan juga peraih gelar juara di Indonesia Terbuka 2015. Tak sulit bagi Ratchanok untuk mengalahkan Ruselli.

Melawan Ruselli pada Selasa (16/7), Ratchanok terlihat tidak memperlihatkan kemampuannya yang sesungguhnya. Bahkan beberapa kali ia terlihat seperti sedang mencoba angin di lapangan dengan pukulan lobnya atau melatih kelenturan pergelangan tangannya di depan net.

Hal ini pun sudah menyulitkan bagi Ruselli. Sejumlah kesalahan sendiri malah dilakukan Ruselli seperti pukulan smash yang menyangkut di net atau ke luar lapangan. Ruselli kalah 14-21 dan 14-21.

"Sebenarnya, secara teknik sudah mempelajari tapi saya keteteran karena permainan dan bola-bola dia yang matang, serta cara dia mengontrol angin sangat bagus," kata Ruselli.

Kekalahan juga dialami pemain Indonesia lainnya, Fitriani. Melawan pemain peringkat 3 dunia asal Cina, Chen Yufei, Rabu (17/7), Fitriani tak berkutik. Di gim pertama, Chen Yufei mampu mengontrol permainan. Fitriani kalah telah 7-21.

Fitriani sempat memberikan perlawanan di gim kedua. Beberapa kali Fitriani juga mengungguli perolehan angka. Namun beberapa kesalahan sendiri, membuat Fitriani harus takluk 19-21 di tangan peraih gelar juara All England 2019 ini.

“Di game pertama saya kurang lepas mainnya jadi defense-nya juga kurang rapat. Yufei mengontrol permainan saya dari awal dengan baik. Di game kedua saya sedikit mengubah pola bermain dan mempercepat pergerakan. Lawan sempat mati-mati sendiri juga dan buang-buang bola juga. Tetapi di poin-poin terakhir saya kecolongan,” jelas Fitriani setelah pertandingan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA