Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Ancaman Sanksi Berat untuk Neymar

Rabu 17 Jul 2019 10:46 WIB

Red: Budi Raharjo

Neymar

Neymar

Foto: EPA-EFE/Yoan Valat
Neymar mengatakan momen terbaiknya di sepak bola adalah kala bantu Barca kalahkan PSG

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Permasalahan Neymar dengan Paris Saint-Germain (PSG) belum berakhir. Laporan terbaru mengatakan, pemain asal Brasil tersebut bakal dijatuhkan sanksi pengasingan oleh klub setelah pernyataannya merendahkan PSG.

Dilansir Diario AS, Selasa (16/7), hukuman itu juga pernah dialami dua penggawa PSG sebelumnya, yakni Adrien Rabiot dan Hatem Ben Arfa. Kedua pemain tersebut bahkan tidak dimainkan sama sekali oleh Le Parisiens meski fit.

Rabiot diasingkan karena menolak perpanjangan kontrak. Rabiot adalah pemain terbaru yang terpaksa memilih untuk keluar dari Le Parc des Princes setelah dia diasingkan oleh pelatih.

Selama pengasingan sejak Desember lalu, gelandang berusia 24 tahun itu diperintahkan berlatih dengan tim cadangan. Pengasingan ini dilakukan lantaran Rabiot menolak untuk memperbarui kontraknya. Beruntung, popularitasnya tidak meredup. Masih ada klub yang mau menampungnya dan itu adalah Juventus.
 
Sedangkan untuk Ben Arfa, ia diasingkan karena tak menjalani sesi latihan bersama PSG dan membuat klub naik pitam. Presiden PSG Nasser al-Khelaif dikenal sangat tegas dalam menerapkan aturan. Ia tidak segan meminta pelatih untuk mengasingkan pemain yang tidak mematuhi aturan klub.

Beralih ke kasus Neymar, ancaman pengasingan muncul setelah pernyataannya melecehkan PSG. Neymar mengatakan, momen terbaiknya selama berkarier di dunia sepak bola adalah membantu Barcelona mengalahkan Les Parisiens dalam babak 16 besar Liga Champions 2016/2017.

Alhasil, komentar Neymar itu langsung membuat pendukung dan manajemen PSG naik pitam. Neymar dianggap telah melecehkan kubu Les Parisiens. Mendengar anaknya kembali mendapatkan perlakuan miring, ayah Neymar yang juga manajer tak tinggal diam dan melontarkan pembelaan melalui akun Instagram pribadinya.

"Mengaitkan respons spontan dan jujur dengan provokasi terhadap klubnya saat ini adalah sikap jahat yang tujuannya menciptakan kontroversi yang sebenarnya tidak ada," demikian pernyataan Neymar Sr di akun Instagram @neymarpai.

Ia menjelaskan, anaknya tidak bermaksud melecehkan klub yang tengah diperkuat. Bahkan, Neymar Sr mengklaim itu merupakan berita lama yang kembali diungkit media untuk menambah panas rumor kepindahannya ke Barcelona. Menurut laporan AS, Neymar dilaporkan bakal bertemu Direktur Olahraga PSG Leonardo untuk membahas mengenai masa depannya.

Namun, kabar terakhir, Neymar sudah kembali berlatih bersama PSG pada Senin (15/7). Neymar bergabung satu pekan lebih lambat dari rekan-rekan satu timnya. Sebelum bergabung, Neymar memantik kontroversi karena menyebut memori terindahnya dalam sepak bola adalah saat membela Barcelona mengalahkan PSG di Liga Champions.

Sebuah video yang diunggah di laman harian olahraga terkenal l’Equipe memperlihatkan pemain Brasil berusia 27 tahun itu keluar dari van Mercedes hitam di pusat pelatihan PSG di sudut Kota Paris. Setelah itu, akun Twitter dari laman resminya mengunggah foto-foto Neymar sedang berlatih di gym dengan keterangan, "Kembali berlatih!”
Tak lama, laman resmi PSG juga mengunggah foto-foto latihan tim. Di antaranya terdapat Neymar yang tengah berlatih di gym.

PSG telah resmi memulai latihan pramusim, tetapi Neymar yang disebut-sebut akan kembali lagi ke Barcelona tidak mengikutinya. Juara liga Prancis itu membalas ulah Neymar dengan mengeluarkan ancaman akan mengambil langkah-langkah seperlunya kepada pemain termahal di dunia itu.

Neymar sendiri berkilah dia sedang berada di Brasil untuk menghadiri turnamen sepak bola amal yang diselenggarakan yayasannya, Neymar Institute. n anggoro pramudya, ed: citra listya rini

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA