Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

PSG Gugat Tiga Media Eropa

Kamis 18 Jul 2019 03:28 WIB

Red: Didi Purwadi

Presiden PSG, Nasser Al-Khelaïfi

Presiden PSG, Nasser Al-Khelaïfi

Foto: EPA/Sebastien Nogier
Ketiga media itu dituding tidak memberi kesempatan Al-Khelaifi membuat klarifikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Pemilik Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi, menggugat tiga media massa. Ketiga media tersebut menurunkan artikel yang menyebutkan Nasser meminta pembayaran ilegal untuk seorang agen pemain dalam transfer Javier Pastore dari Palermo pada 2011.

Tim pengacara Al-Khelaifi mengeluarkan pernyataan Selasa waktu setempat bahwa langkah hukum telah diambil kepada situs online Prancis, Mediapart; koran Inggris, The Guardian; dan harian Jerman, Der Spiegel. Ketiga media itu dituding tidak memberi kesempatan Al-Khelaifi membuat klarifikasi atas berita itu. Dan, Nasser menolak memberikan salinan surat yang menjadi sumber berita mereka.

Tim pengacara Al-Khelaifi menyatakan bahwa mereka sudah menyurati ketiga media yang berisi bantahan atas keaslian surat itu. Ketiga media tersebut diminta melihat surat itu untuk membuktikan dugaan mereka.

Menurut Mediapart, surat dari Al-Khelaifi kepada kepala staf emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani itu meminta dua juta euro untuk agen Pastore. ''200 ribu lainnya di luar dua juta euro telah disalurkan kepada sebuah perusahaan swasta yang dikendalikan saudara si agen,'' demikian AFP, seperti dikutip Antara, Rabu (17/7).

Sementara terkait masa depan Neymar, Paris Saint Germain dilaporkan menolak tawaran Barcelona untuk memboyong pemain asal Brasil tersebut. Blaugrana menawarkan uang sebesar 40 juta euro (sekitar Rp627 miliar) plus Philippe Coutinho dan Ivan Rakitic untuk memulangkan Neymar ke Camp Nou.

Pelatih PSG, Thomas Tuchel, Rabu (17/7) mengungkapkan bahwa pemain Brasil itu ingin meninggalkan juara Ligue 1 tersebut dan ia dikaitkan dengan mantan klubnya itu. Menurut surat kabar Prancis L'Equipe, tawaran tersebut baru diajukan secara verbal dan belum dilakukan secara resmi.

Setelah mengeluarkan dana besar untuk Antoine Griezmann, Barcelona diragukan akan gelontorkan uang lagi dalam jumlah besar untuk Neymar musim panas ini. Mereka dipaksa untuk memasukkan pemain seperti Coutinho dan Rakitic dalam kesepakatan itu.

Barcelona diketahui ingin menjual Coutinho selama bursa transfer ini dan menawarkannya sebagai bagian dari kesepakatan untuk memboyong rekan senegaranya tersebut. Kesepakatan ini dianggap sebagai solusi terbaik bagi dua klub dan sang pemain. Sedangkan Rakitic saat ini dihadapkan dengan persaingan ketat di tengah lini tengah skuat asuhan Ernesto Valverde setelah kedatangan Frenkie de Jong.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA