Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Erick Thohir Ingin Membawa Indonesia Kembali Mendunia

Kamis 18 Jul 2019 06:13 WIB

Rep: FITRIYANTO/ Red: Elba Damhuri

Ketua OCA Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah memberikan sambutan didampingi Ketua panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir saat pembukaan Asian Games ke-18 tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung karno , Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8), tahun lalu.

Ketua OCA Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah memberikan sambutan didampingi Ketua panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir saat pembukaan Asian Games ke-18 tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung karno , Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8), tahun lalu.

Foto: Antara/Inasgoc/Wahyudin
Erick Thohir siap mengampanyekan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Indonesia secara resmi telah mencalonkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Suksesnya perhelatan Asian Games 2018 menjadi faktor Indonesia memberanikan diri menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar dunia tersebut. Sejauh ini, nama pesaing yang muncul adalah Korea Selatan (Korsel), India, dan Australia.

Erick Thohir yang belum lama ini terpilih menjadi anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) siap mengampanyekan Indonesia kepada dunia internasional. Erick ingin Indonesia mendapatkan dukungan saat pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032. Penetapan siapa tuan rumah Olimpiade 2032 akan dilakukan pada 2024. Masih ada waktu sekitar lima tahun bagi Indonesia untuk berkampanye.

"Peran menentukan tuan rumah, secara pribadi tidak boleh. Maksudnya, kalau Indonesia masuk sebagai calon tuan rumah, saya tidak boleh ikut voting saat pemilihan tuan rumah Olimpiade nanti. Ini untuk menjaga netralitas," kata Erick saat berbincang dengan Republika di Jakarta, belum lama ini.

photo

Erick Thohir saat menerima medali anggota IOC dari Ketua IOC Thomas Bach.

Erick menyatakan, walau ia tidak boleh ikut memberikan suara, ia tetap siap mengampanyekan Indonesia. "Semua members of IOC harus netral. Namun, saya bisa promosikan Indonesia karena kita wakil Indonesia. Kalau untuk jadi tim pemenangan Olimpiade saya masih bisa. Jadi, yang saya dapat lakukan adalah melakukan lobi agar negara lain mau memilih Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032," ujar dia.

Sebuah kebanggaan bagi bangsa Indonesia salah satu putra terbaiknya, Erick Thohir, dipercaya menjadi members of IOC. Kali terakhir Indonesia menempatkan orang menjadi anggota IOC adalah sekitar 10 tahun lalu, ketika itu Rita Subowo menempati posisi yang sama dengan Erick saat ini.

"Saya secara pribadi tidak pernah mencalonkan, awalnya juga tidak tahu prosesnya. Lalu, suatu hari ditanya salah satu pembicaranya tentang members IOC. Mereka perlu figur yang baik untuk olahraga internasional," ujar Erick.

photo

Legenda Inter Milan Javier Zanetti (ketiga Kiri) dan Presiden Inter Milan saat itu Erick Thohir (keempat kiri) memperlihatkan jersey Akademi Persib dan Inter Academy pada acara peluncuran Akademi Persib yang merupakan partnership program bersama Inter Academy di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (13/2).

Menurut Erick, faktor yang membuat ia bisa mendapatkan kehormatan ini karena aktif di dunia olahraga. Selain menjadi ketua Inasgoc, bos Mahaka Group ini juga masih menjabat sebagai Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

"Saya aktif di organisasi olahraga internasional. Saya pernah mengelola sejumlah klub sepak bola internasional, seperti Inter Milan, DC United, maupun yang terbaru Oxford United. Selain itu, di NBA, saya juga pernah memiliki klub Philadelphia 76ers," ujar mantan presiden Inter Milan tersebut.

Di dalam negeri, Erick juga aktif. Dia turut andil membangun basket nasional dengan memiliki Satria Muda Pertamina. Selain itu, dia juga membuat Liga Mahasiswa (LIMA) yang menggelar kompetisi antarkampus untuk sejumlah cabang olahraga (cabor).

photo

Pemilik DC United Erick Thohir saat menggelar jumpa pers di Jakarta. (Republika/Agung Fatma Putra)

Menurut Erick, terpilih sebagai anggota IOC bukan cuma kebanggaan pribadi. Dia mengatakan, Indonesia juga layak merasakan kebanggaan.

"Kesuksesan Asian Games 2018 juga tidak lepas dari penilaian terhadap kiprah saya di dunia olahraga internasional. Kesuksesan ini berkat kerja sama semua pihak yang mau bersatu dan begotong royong untuk nama Indonesia. Selain itu, saya juga aktif dalam organisasi cabor internasional. Saya board member FIBA Asia. Kriteria lainnya adalah saya figur muda perwakilan dari Asia," ujar dia.

Erick punya alasan kuat untuk terus mencurahkan diri di dunia olahraga. Menurut dia, olahraga merupakan kunci penting untuk menjaga persatuan, bahkan menyatukan bangsa yang sedang dalam peperangan maupun permasalahan kriminalitas.

photo

Erick Thohir (kedua kiri) dan Anindya Bakrie (ketiga kiri) bersama board of director Oxford United.

"Atlet dari Israel bisa bertanding dengan Arab Saudi, atau dahulu atlet Amerika Serikat bisa bertemu dengan atlet asal Kuba dalam sebuah pertandingan. Itulah olahraga, mampu menjaga persaudaraan," ujar Erick.

ET, demikian Erick biasa disapa, disahkan sebagai angota IOC di Laussane, Swiss, 24-26 Juni 2019. Selain Erick, turut disahkan pula sembilan anggota baru lainnya yang sebelumnya dipilih oleh Komisi Pemilihan Anggota IOC yang diketuai oleh HRH The Princess Royal atau Putri Anne dari Inggris Raya.

IOC Members adalah perwakilan IOC yang ada di negara mereka masing-masing, tetapi bukan merupakan delegasi dari negara yang bersangkutan di IOC. Tugas utama IOC Members yakni mewakili dan mempromosikan kepentingan IOC dan gerakan Olimpiade di negara mereka dan juga dalam organisasi gerakan Olimpiade tempat mereka berkiprah.

photo

Ketua Inasgoc saat itu Erick Thohir mengalungkan medali kepada Pesilat Indoensia Yola Primadona Jampil dan Hendy pada final cabang pencak silat kelas artistik ganda putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu, ada tugas dan fungsi lainnya, antara lain menetapkan seluruh nomor di Olimpiade, kemudian memilih dan menetapkan tuan rumah Olimpiade musim panas dan musim dingin.

Presiden IOC Thomas Bach telah menyampaikan rasa terkesannya terhadap tawaran Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Menurut dia, Indonesia sebuah negara besar yang telah menunjukkan semangat olimpisme, persahabatan melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika. Dengan perkembangan ekonomi yang terus meningkat, Indonesia sangat pantas menjadi kandidat tuan rumah Olimpiade 2032.

Bach telah membuktikan kemampuan Indonesia dalam menggelar sebuah pesta olahraga level internasional. Saat mengunjungi Indonesia September tahun lalu, Bach menyaksikan langsung keberhasilan Indonesia menggelar Asian Games 2019 ketika berkunjung ke Jakarta.

photo

Erick Thohir berbincang fan Inter Milan pada acara peluncuran Akademi Persib yang merupakan partnership program bersama Inter Academy di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

"Selain penyelanggara, masyarakat Indonesia juga menunjukkan tekad yang besar sebagai tuang rumah pesta olahraga. Anda bisa melihat sendiri animo mereka datang langsung ke setiap arena perlombaan. Saya bisa membayangkan antusiasme yang lebih besar akan terlihat jika negara ini menyelenggarakan Olimpiade," ujar Bach ketika itu.

photo

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Pelaksana Asian Games Erick Thohir saat melepas kontingen tim Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2018, tahun lalu.

(ed: gilang akbar prambadi)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA