Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Kepala Tim Sebut Rossi Bukan Lagi Masa Depan Yamaha

Sabtu 20 Jul 2019 07:38 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto

Valentino Rossi

Valentino Rossi

Foto: EPA-EFE/FAZRY ISMAIL
Rossi harus tentukan tenggat waktu putuskan pensiun karena kontraknya akan habis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Tim Yamaha, Lin Jarvis mengatakan bahwa pembalapnya, Valentino Rossi, bukan lagi menjadi masa depan tim. Ini karena usia Rossi yang terbilang uzur dalam dunia MotoGP.

Baca Juga

"Sekarang dia (Rossi) berada pada tahap yang berbeda dalam hidupnya, dalam kariernya, dan dengan segala hormat dia tidak lagi masa depan dari partisipasi kami di MotoGP," kata Jarvis seperti dilansir Motorsport, Sabtu (20/7).

Meski demikian, pihak tim sudah mempersiapkan posisi baru pada the Doctor jika masih ingin berpartisipasi untuk timnya setelah gantung helm. Posisi brand ambassador dinilai Jarvis cocok untuk diisi Rossi.

Menurut Jarvis, Rossi harus menentukan tenggat waktu untuk memutuskan pensiun karena kontraknya akan habis pada tahun 2020. Meski demikian, Jarvis menilai bahwa Rossi masih punya waktu beberapa tahun ke depan agar dapat menemukan kembali ritmenya. “Dia masih bisa berada di sini untuk satu tahun, dua tahun, atau tiga tahun lagi. Kami harus melihat berapa lama dia tetap kompetitif. Namun sekarang ini hubungannya berbeda karena keputusan juga ada padanya," ujar dia.

Jarvis berharap, Rossi dapat berkoordinasi saat memutuskan untuk pensiun. Jarvis menyatakan bahwa tidak akan ada pemutusan sepihak dari tim Yamaha. "Saya sama sekali tidak mengharapkan konflik. Saya kira, kami akan berpikir selaras pada saat yang sama,” ucapnya.

Hingga 2010 sebelum pindah ke Ducati, Rossi telah mempersembahkan empat titel MotoGP untuk Yamaha. Jarvis menyatakan bahwa Rossi merupakan pembalap yang membawa pengaruh besar bagi Yamaha.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA