Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Minions dan Daddies Sama-Sama Kejar Juara Kedua Kalinya

Sabtu 20 Jul 2019 17:04 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo bersama pelatih, Herry Iman Pierngadi.

Pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo bersama pelatih, Herry Iman Pierngadi.

Foto: Republika/Bilal Ramadhan
Gelar juara dipastikan milik Indonesia dengan terjadinya All Indonesian Final

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia memastikan gelar juara di sektor ganda putra di turnamen Blibli Indonesia Terbuka 2019 yang didukung oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini. Setelah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, unggulan pertama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya juga melangkah ke final setelah menundukkan unggulan tiga dari Cina, Li Junhui/Liu Yuchen, Sabtu (20/7).

Marcus/Kevin sudah langsung melancarkan serangan-serangan yang diawali bola-bola tipis di depan net. Tekanan bertubi-tubi yang diberikan Marcus/Kevin membuat Li/Liu tak berkutik dan tampil di bawah tekanan.

Marcus/Kevin tidak memberi celah sedikit pun untuk Li/Liu mengembangkan permainannya. Li/Liu juga kerap melakukan kesalahan sendiri. Pasangan yang kerap disapa 'Minions' oleh para pecinta bulu tangkis ini unggul 11-5 dan merebut gim pertama dengan 21-9.

Dominasi permainan Marcus/Kevin dilanjutkan di gim kedua. Insiden kecil terjadi saat Marcus/Kevin unggul 10-7. Bola yang dipukul Kevin dinyatakan keluar oleh hakim garis, namun dianulir wasit menjadi bola masuk dan angka untuk Marcus/Kevin. Karena bola telah menyentuh raket pasangan Cina dan dinyatakan 'fault'.

Li/Liu yang sempat melihat keputusan hakim garis mengira angka akan diberikan kepada mereka. Namun keputusan wasit yang menganulir keputusan hakim garis, membuat mereka melayangkan protes dan meminta 'challenge'. Pelatih Li/Liu pun sempat masuk ke dalam lapangan untuk ikut memprotesnya.

Kevin memprotes karena permintaan 'challenge' Li/Liu tidak segera setelah keputusan wasit. Selain itu, bola juga 'fault'. Pelatih Marcus/Kevin, Herry Iman Pierngadi menyuruh Kevin untuk tenang dan kembali ke daerah lapangannya.

Kemudian wasit meminta kedua pasangan tenang serta meminta pelatih Li/Liu untuk kembali ke tempatnya. Wasit tetap tegas dengan keputusannya dengan memberikan angka kepada Marcus/Kevin dan tidak memberikan 'challenge' kepada Li/Liu. Marcus/Kevin unggul 11-7 di paruh gim kedua.

Usai jeda, Li/Liu sempat meraih dua angka. Liu Yuchen juga sempat memprovokasi dengan pura-pura memukul bola yang keluar dari lapangan yang dipukul Marcus/Kevin. Namun Marcus/Kevin tak terpengaruh.

Sejumlah rally terlihat dari kedua pasangan. Marcus/Kevin konsisten dan tampil tenang. Mereka terus unggul dengan 15-10 dan memenangkan pertandingan dengan 21-13. Minions pun melaju ke final untuk menantang seniornya yang kerap disapa 'Daddies' ini.

"Hari ini kita bermain lebih baik dan mengontrol permainan lebih baik. Lawan juga sangat cepat dan bagus," kata Kevin dalam jumpa pers usai pertandingan.

"Kita lebih banyak menyerang. Lawan Tertekan terus tadi," tambah Marcus.

Soal insiden di paruh gim kedua, Kevin mengatakan pukulan mereka terlihat telah menyentuh raket Li/Liu dan kemudian keluar lapangan. Ia mempertanyakan langkah Li/Liu yang meminta 'challenge'.

"Ya, jelas itu sudah touch (raket sudah menyentuh bola). Sempat emosi sih tadi, tapi masih bisa saya kontrol," kata Kevin.

Di babak final akan melawan seniornya yaitu Hendra/Ahsan, Kevin mengatakan setiap pasangan punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apalagi mereka sudah sering latihan bersama di Pelatnas. "Besok akan kita coba untuk melakukan yang terbaik," tambah Kevin.

Sementara itu, Li/Liu mengakui insiden paruh gim kedua itu ikut mempengaruhi pola permainannya. "Di tengah-tengah gim kedua, ada keputusan hakim yang merugikan kami dan membuat kita kehilangan fokus," kata Liu Yuchen.

"Di gim pertama, awalnya kita memang mau adu drive. Tapi drive kami tidak sehebat Kevin. Sampai kami tidak bisa kasih tekanan dan tidak bisa smash," kata Li Junhui.

Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi bersyukur anak didiknya telah menciptakan All Indonesian Final di Indonesia Terbuka 2019. Hal ini mengulang terjadinya prestasi yang sama di ganda putra pada 2005 lalu.

"Bisa All Indonesian Final bersyukur dan terima kasih mereka bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Ini hadiah untuk masyarakat dari ganda putra," kata Herry.

Baik Hendra/Ahsan maupun Marcus/Kevin sama-sama pernah 'mencicipi' gelar juara di Indonesia Terbuka. Hendra/Ahsan pernah menjuarai Indonesia Terbuka pada 2013. Sedangkan Marcus/Kevin menjuarai Indonesia Terbuka 2018 dan berpeluang mempertahankan gelar juaranya tahun ini.

Kemenangan di final, akan menjadi gelar juara kedua bagi kedua pasangan. Khusus untuk Hendra Setiawan akan menjadi ketiga kalinya. Karena saat masih berpasangan dengan Markis Kido, Hendra pernah menjadi juara di Indonesia Terbuka 2005 saat terjadi All Indonesian Final dan mengalahkan rekannya di Pelatnas, Chandra Wijaya/Sigit Budiarto.

Sejak digelar pada 1982, hanya ada dua pemain ganda putra yang meraih gelar juara Indonesia Terbuka sebanyak empat kali yaitu Chandra Wijaya dan Lee Yong Dae dari Korea Selatan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA