Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Pelatih Aljazair Nilai Timnya Pantas Juara Piala Afrika

Sabtu 20 Jul 2019 11:20 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Friska Yolanda

Para pemain Aljazair merayakan gol ke gawang Senegal pada Piala Afrika 2019.

Para pemain Aljazair merayakan gol ke gawang Senegal pada Piala Afrika 2019.

Foto: EPA-EFE/KHALED ELFIQI
Timnas Aljazair terakhir kali meraih trofi Piala Afrika pada 1990.

REPUBLIKA.CO.ID, CAIRO -- Pelatihan tim nasional Aljazair, Djamel Belmadi menyatakan gelar juara Piala Afrika yang baru saja diraih timnya merupakan sejarah. Ia menganggap anak asuhnya pantas untuk merebut trofi tersebut.

Trofi yang diraih Riyad Mahrez dan kawan-kawan menjadikan Aljazair kembali mengisi lemari trofi tim nasional setelah terakhir kali mereka merasakannya 29 tahun lalu, saat Aljazair menjadi tuan rumah Piala Afrika.

"Ini luar biasa, bersejarah. Gelar ini yang pertama kami raih di negeri orang lain," kata Belmadi seperti dilansir Bein Sports, Sabtu (20/7).

Mantan pemain Aljazair era 2000-an itu berpendapat, penggawa Aljazair layak juara karena menjalani laga sulit sejak babak penyisihan. Ia juga tak memusingkan proses gol tunggal Baghdad Bounedjah yang dinilai tak wajar di partai final.

Di menit kedua babak pertama, Baghdad menendang keras bola dan mengenai kaki bek lawan. Kiper Senegal Alfred Gomis terlihat hanya terdiam ketika bola yang melambung mengarah tepat ke gawangnya sendiri.

"Perjuangan yang panjang tapi kami layak mendapatkannya. Pertandingan final ini mungkin sulit karena kami menghadapi tim terbaik di Afrika," ujar dia.

Di atas kertas, Aljazair membuktikan kelasnya di Piala Afrika dengan menghadirkan pola permainan atraktif hasil kreasi Riyad Mahrez. Mereka mampu menjebol gawang lawan 13 kali dengan kebobolan hanya dua gol.

"Kami keluar sebagai juara dengan serangan dan pertahanan terbaik," ucap dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA