Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Skuat Timnas Aljazair Disambut Pulang Bak Pahlawan

Ahad 21 Jul 2019 03:14 WIB

Red: Andri Saubani

Para pemain Aljazair merayakan gol ke gawang Senegal pada Piala Afrika 2019.

Para pemain Aljazair merayakan gol ke gawang Senegal pada Piala Afrika 2019.

Foto: EPA-EFE/KHALED ELFIQI
Penyambutan meriah telah terjadi sejak di Bandara Algiers.

REPUBLIKA.CO.ID, ALGIERS -- Juara Piala Afrika 2019 Aljazair tiba di negaranya Sabtu  (20/7) waktu setempat untuk disambut bagaikan pahlawan oleh lautan pendukung yang bersuka cita dan seremoni semburan air atau water salute kepada pesawat pengangkut mereka di bandara Algiers. "Satu, dua, tiga, viva Aljazair!" seru puluhan ribu pendukung yang tak henti melambaikan bendera dan berjejer di sepanjang jalan dari bandara itu ketika para pemain diarak mengelilingi ibu kota negeri dalam bus terbuka.

Gol pada menit pembuka sudah cukup mengantarkan Aljazair menang 1-0 melawan Senegal pada final sehari sebelumnya di Kairo, yang mengantarkan Aljazair yang dijuluki Serigala Padang Pasir, mengangkat Piala Afrika pertamanya dalam kurun 29 tahun terakhir. Para pemain yang semuanya berkalung medali kemenangan pada leher mereka dan kapten Ryad Mahrez yang mengangkat trofi ke udara, disambut dengan karpet merah di bandara itu dan disalami langsung oleh Perdana Menteri Noureddine Bedoui.

Bus mereka dihiasi dengan dua bintang yang menandakan juara Piala Afrika kedua mereka, dan ditulisi dengan "Kami bangga pada kalian" dalam Bahasa Arab dan Amazigh, atau Berber, dua bahasa resmi negara di Afrika Utara itu. "Kemenangan ini sudah tentu menghembuskan kehidupan baru" di dalam negeri, kata Presiden Federasi sepak bola Aljazair, Kheiredine Zetchi dikutip AFP.

Madjid, seorang pendukung berusia 28 tahun, berkata, "Saya tidak tidur semalaman dan saya harus berada di sini di Lapangan 1 Mei (di ibu kota Aljazair)."

Pada Jumat (19/7) malam, Baghdad Bounedjah membuat Aljazair menjadi juara lewat  gol samata wayangnya yang tak bisa dihalau kiper Senegal Alfred Gomis. Gelar ini adalah yang pertama setelah Aljazair mengangkat trofi terakhir kali pada 1990.

Padahal, 12 bulan lalu timnas Aljazair di ambang kehancuran setelah mundurnya sang pelatih yang juga mantan bintang sepak bola negara itu, Rabah Madjer. Tetapi, penunjukkan Djamel Belmadi membuktikan langkah jenius federasi sepak bola Aljazair yang harus gontai-ganti lima pelatih dalam kurun dua tahun

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA