Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

CEO Liga Inggris Yakin VAR Bisa Diterapkan Musim 2019-2020

Ahad 21 Jul 2019 04:15 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Andri Saubani

Seorang wasit mendemonstrasikan ruang operasi video fasilitas dari sistem Video Assistant Referee (VAR) yang akan diluncurkan untuk pertama kalinya selama Piala Dunia, di Pusat Penyiaran Internasional Piala Dunia 2018 di Moskow, Sabtu (9/6).

Seorang wasit mendemonstrasikan ruang operasi video fasilitas dari sistem Video Assistant Referee (VAR) yang akan diluncurkan untuk pertama kalinya selama Piala Dunia, di Pusat Penyiaran Internasional Piala Dunia 2018 di Moskow, Sabtu (9/6).

Foto: AP/Dmitri Lovetsky
Meski menuai kritikan, VAR akan digunakan di Liga Primer Inggris pada musim ini.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Pihak penyelenggara Liga Primer Inggris (EPL) memastikan bakal menggunakan Video Assistant Referee (VAR) mulai musim 2019-2020. Meski menuai kritikan, penerapan tersebut akan tetap dilakukan.

CEO Liga Primer Inggris, Richard Masters menegaskan sudah tak ada keraguan untuk memakai VAR dalam setiap laga mulai musim depan, meski ia menyadari bahwa VAR kerap menjadi penyebab perdebatan di Piala Dunia dan Liga Champions Eropa.

“Sudah dua tahun kami mempersiapkan ini. Dan akan tetap dilakukan setidaknya sampai dua musim ke depan,” kata Richard seperti dilansir BBC.

Menurutnya, pemakaian VAR adalah keputusan besar yang diambil dalam sejarah Liga Primer. Ia memastikan, bahwa pihaknya sudah mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan agar penerapan VAR dapat berjalan sesuai rencana.

Ia mengungkapkan, penyelenggara Liga Primer sudah melakukan serangkaian uji coba pada beberapa pertandingan sepak bola di Inggris. Setelah mengambil kesimpulan, ia menganggap VAR sangat layak digunakan secepatnya.

“Keputusan sudah bulat dan kami siap melakukan itu,” tegasnya.

Konsep VAR sudah direncanakan sejak 2010 setelah berbagai momen kontroversial terjadi di Piala Dunia, seperti handsball Thierry Henry yang mengakibatkan Irlandia gagal lolos kualifikasi Piala Dunia 2010. Kejadian kontroversial lain yakni gol Frank Lampard yang dianulir ketika menghadapi Jerman di kompetisi yang sama.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA