Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Marcus/Kevin tak Terkalahkan di Istora Senayan

Senin 22 Jul 2019 08:16 WIB

Red: Budi Raharjo

Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo melakukan selebrasi saat mengalahkan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (21/7).

Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo melakukan selebrasi saat mengalahkan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (21/7).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Marcus/Kevin menjadi pasangan ganda putra kelima yang mampu mempertahankan gelarnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan ganda putra unggulan pertama, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, mempertahankan gelarnya di Blibli Indonesia Terbuka 2019 Super 1000 yang didukung oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini. Di babak final, Kevin/Markus mengalahkan seniornya yang merupakan unggulan keempat, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dalam pertandingan dua gim langsung, 21-19 dan 21-16, selama 28 menit, Ahad (21/7).

Pertandingan berjalan ketat sejak awal gim pertama. Bola-bola kecil di depan net diperlihatkan kedua pasangan. Perolehan angka pun saling kejar-mengejar. Hendra/Ahsan sempat unggul tipis 10-11 di paruh gim.

Hendra masih terlihat beberapa kali melakukan kesalahan servis yang menyangkut di net. Serangan-serangan Hendra/Ahsan juga mampu ditahan Marcus/Kevin. Usai kedudukan 17-17, Marcus/Kevin merebut gim pertama dengan keunggulan tipis, 21-19.

Di gim kedua, Hendra/Ahsan berupaya membuka pertahanan ketat Marcus/Kevin dengan bola-bola drive panjang ke belakang. Beberapa kali rally pun terjadi. Marcus/Kevin sempat unggul 3-0 dan 6-3, tetapi Hendra/Ahsan kembali menempel ketat perolehan Marcus/Kevin hingga 11-10 di paruh gim kedua.

Usai jeda, Marcus/Kevin semakin memperlihatkan dominasinya dengan serangan tajam dan pertahanan ketat mereka. Saat kedudukan 13-17, terjadi rally paling panjang dengan 27 kali pukulan. Hendra/Ahsan tak mampu menahan laju serangan mereka. Marcus/Kevin memenangkan pertandingan dengan 21-16.

Usai laga, Kevin menyebut kunci kemenangan dalam laga yang berlangsung ketat ini adalah kemenangan di gim pertama. "Hari ini kunci kemenangan ada di gim pertama, bisa dibilang hoki. Tadi kita banyak mendapatkan tekanan. Tidak gampang untuk mendapatkan poin. Setelah kemenangan gim pertama, gim kedua menjadi lebih baik," kata Kevin.

Di pihak lain, meski gagal merebut gelar juara, Ahsan tetap bersyukur dapat lolos hingga partai puncak. "Pertama, tetap bersyukur bisa sampai babak final. Mengenai pertandingan tadi, Minions memang di atas kita. Mereka lebih cepat. Kita kewalahan dengan kecepatan pukulan mereka. Saya ucapkan selamat untuk Minions," kata Ahsan.

photo
Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengembalikan kok kearah ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (21/7).


Dengan kemenangan ini, Marcus/Kevin semakin menunjukkan dominasinya di Istora Senayan, Jakarta. Dalam dua tahun terakhir, Marcus/Kevin menjadi juara di dua turnamen yang diselenggarakan di Istora Senayan, yaitu Indonesia Masters 2018 dan 2019 serta Indonesia Terbuka Super 1000 pada 2018 dan 2019. Termasuk Asian Games 2018, di mana mereka meraih medali emas di nomor individu ganda putra serta tak terkalahkan di nomor beregu putra.

Gelar juara di Indonesia Terbuka 2019 ini juga membuat Marcus/Kevin menjadi pasangan ganda putra kelima yang mampu mempertahankan gelarnya. Setelah Rudy Heryanto/Heriamanto Kartono (1982-1983), Liem Swie King/Heriamanto Kartono (1985-1986), Ricky Subagja/Rexy Mainaky (1993-1994 dan 1998-1999), dan Chandra Wijaya/Sigit Budiarto (2000-2001).

Sementara itu, ganda campuran Cina, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, juga menjadi juara Blibli Indonesia Open 2019. Pasangan nomor satu dunia itu menang atas rekan senegaranya, Wang Yilyu/Huang Dongping, dua gim langsung, 21-13 dan 21-18, di Istora Senaya, kemarin.

Siwei memuji lawannya meski berhasil dikalahkan. Menurut dia, mereka bermain baik, begitu juga dengan persiapannya. Siwei mengklaim suasana di Istora juga membantu penampilannya. Ia juga tak menampik ketiadaan pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada Indonesia Terbuka kali ini turut menjadi faktor keberhasilannya meraih gelar.

Di nomor tunggal putri, pemain asal Jepang, Akane Yamaguchi, merasa sangat senang atas gelar pertamanya di Indonesia Terbuka 2019. Dia mengalahkan tunggal putri India, Pusarla V Sindhu, di partai final lewat dua gim langsung.

"Di Indonesia pertama kali menang dan Super 1000, jadi saya sangat senang sekali," ujar Akane seusai pertandingan di Istora Senayan Jakarta, Ahad (21/7).

Bagi Akane, kemenangannya kali ini begitu istimewa karena namanya dielu-elukan penonton selama pertandingan. Hal tersebut, kata Akane, tak terjadi ketika bertanding di Jepang. Dia menilai teriakan penonton untuk dirinya adalah hal yang istimewa.

Sedangkan, pebulu tangkis tunggal putra asal Cina Taipei, Chou Tien Chen, meraih gelar juara setelah menaklukkan pebulu tangkis Denmark Anders Antonsen. Pemain tunggal putra unggulan keempat itu sukses mengalahkan Antonsen dalam tiga gim yang berjalan selama 90 menit dengan 21-18, 24-26, 21-15.

photo
Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo berada di atas podium setelah bertanding mengalahkan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan pada final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (21/7).


Nomor ganda putri dimenangkan pasangan dari Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. Unggulan kedua turnamen itu menyingkirkan kompatriot senegaranya, Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo.

Fukushima/Hirota mampu meredam seniornya yang merupakan juara Olimpiade 2016 Rio itu di pertandingan All Japan Final yang berlangsung ketat selama 51 menit dengan skor 21-16 dan 21-18. n bilal ramadhan/fitriyanto/rahmat fajar ed: fitriyan zamzami

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA