Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Tira Persikabo Waspadai Rekor Tandang Kalteng Putra

Jumat 26 Jul 2019 05:26 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Didi Purwadi

Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan.

Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan.

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Kalteng Putra dua kali membawa pulang kemenangan saat menaklukkan tim tuan rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan, meminta timnya tetap waspada saat menjamu Kalteng Putra pada laga lanjutan pekan ke-11 Liga 1 Indonesia 2019 di Stadion Pekansari, Bogor, Jumat (26/7) Sore WIB. Meski berstatus tim promosi, tamunya secara individu mempunyai kekuatan yang lebih baik dari Tira Persikabo.

''Pemain harus betul-betul mewaspadai dan juga fokus menghadapi pertandingan nanti. Karena, record Kalteng bagus di pertandingan away,'' kata RD, sapaan akrab Rahmad Darmawan, dalam konferensi pers jelang laga sore nanti.

Kalteng Putra saat ini memang sedang terpuruk di zona degradasi dengan koleksi delapan poin. Dari melakoni sembilan laga di musim ini, Laskar Isen Mulang baru memetik dua kemenangan dan dua kali seri. Sementara, lima laga sisanya berakhir dengan kekalahan.

Meski demikian, kata Rahmad, Kalteng Putra memiliki rekor kandang yang patut diwaspadai. Dari lima kali main di markas tim lawan, Kalteng Putra berhasil dua kali membawa pulang kemenangan saat menaklukkan tuan rumah PSIS (1-2) dan Barito Putera (1-2).

Tim asuhan Mario Gomes de Olivera ini juga mampu mencuri satu poin saat menahan imbang Persebaya 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo pada pekan kedua Liga 1 2019. Mereka juga berhasil menahan imbang tim papan atas lainnya, Bali United, dengan skor 2-2 saat menjamunya pada akhir Juni lalu.

Meski demikian, Rahmad mengaku persiapan pemainnya tidak banyak kecuali simulasi yang harus diterapkan pada pertandingan nanti. Timnya punya empat hari persiapan sebelum lawan Kalteng pasca lawan Persebaya.

Selain itu, dia meminta kepada para pemain untuk terus berbenah dan memperbaiki segala pencapaian yang telah diperoleh tim. Menurutnya, Laskar Padjajaran tidak boleh mudah puas. 

''Sepak bola ini dinamis, bergantung pada individu yang ada di dalamnya, dibutuhkan kreatifitas dari para pelaku yang ada di dalamnya,'' lanjut dia.

Selama ini, kata dia, timnya tidak hanya melakukan pembenahan taktik. Pemain juga belajar mengendalikan emosi dan tetap fokus. Karena pemain tidak akan mencapai apa yang diinginkan, jika mereka tidak bisa mengendalikan emosi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA