Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Pecat Orang Serbia, Montenegro Angkat Pelatih Asal Bosnia

Jumat 26 Jul 2019 06:12 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Israr Itah

Faruk Hadzibegic

Faruk Hadzibegic

Foto: EPA/FEHIM DEMIR
Hadzibegic adalah mantan pemain Yugoslavia yang sempat melatih beberapa tim.

REPUBLIKA.CO.ID, BELGRADE -- Montenegro menunjuk Faruk Hadzibegic sebagai pelatih tim sepak bola mereka yang baru. Pelatih asal Bosnia ini menggantikan Ljubisa Tumbakovic, arsitek tim asal Serbia yang dipecat pada Juni lalu setelah memboikot pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Kosovo karena alasan politis. 

"Dalam pemungutan suara dengan kesepakatan penuh, Dewan Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Montenegro (FSCG) memilih Hadzibegic sebagai kepala tim pelatih nasional dan kontraknya sampai akhir tahun depan," kata FSCG dalam pernyataan mereka, dikutip Reuters, Kamis (25/7). 

Hadzibegic adalah mantan pemain Yugoslavia yang sempat melatih beberapa tim. Hadzibegic yang kini berusia 61 tahun bermain pada Piala Dunia 1990. Ketika itu, ia gagal mencetak gol dalam adu penalti pada perempat final melawan Argentina. Yugoslavia akhirnya kalah 2-3.

Hadzibegic menghadapi sejumlah tantangan berat. Ia diharapkan dapat meningkatkan potensi kemenangan Montenegro dalam kualifikasi Grup A Piala Eropa 2020. Bekas wilayah Yugoslavia itu baru mengumpulkan dua poin dari empat pertandingan pembukaan. 

Tumbakovic, yang kini melatih Serbia sejak 1 Juli lalu, memboikot pertandingan Grup A melawan Kosovo. Kosovo melepaskan diri dari Serbia pada 17 Februari 2008. Aksinya tak sendirian, melainkan juga diikuti dua pemain Montenegro kelahiran Serbia, yakni Mirko Ivanic dan Filip Stojkovic.

Kosovo dinyatakan sebagai negara berdaulat oleh lebih dari 110 negara. Tapi beberapa negara seperti Serbia, China, lima anggota Uni Eropa, dan Rusia menolak mengakui Kosovo.  

Pertandingan kualifikasi Grup A Piala Eropa 2020 melawan Kosovo berlangsung tertutup karena Montenegro dihukum atas aksi dan ujaran berbau rasialis yang dilakukan pendukung mereka terhadap pemain tim nasional Inggris. Laga ini digelar di Stadion Podgorica City, Montenegro. 

Montenegro setara dengan Bulgaria yang hanya memiliki dua poin di antara lima tim di Grup A. Inggris berada di puncak klasemen Grup A dengan enam poin dari dua pertandingan. Republik Ceska meraih enam poin dari tiga pertandingan dan Kosovo yang mengumpulkan lima poin dari tiga laga. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA