Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Persija dan PSM Beda Sikap Soal Penundaan Final Leg Kedua

Ahad 28 Jul 2019 17:09 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Pesepak bola Persija Jakarta Bruno Matos berusaha merebut bola dari para pemain PSM Makasar dalam pertandingan Final Piala Indonesia 2018 leg pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (21/7).

Pesepak bola Persija Jakarta Bruno Matos berusaha merebut bola dari para pemain PSM Makasar dalam pertandingan Final Piala Indonesia 2018 leg pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (21/7).

Foto: Republika/Prayogi
Selanjutnya, manajemen, panpel, dan PSSI akan terus berkoordinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua tim yang terlibat langsung duel pamungkas final kedua Piala Indonesia, Persija Jakarta dan PSM Makasar, berbeda dalam menyikapi keputusan PSSI yang menunda pelaksanaan laga tersebut. Laga penentu itu seharusnya digelar Ahad (28/7) di Stadion Andi Mattalata, Matoangin, Makasar.

Baca Juga

Tanda-tanda penundaan laga final kedua ini memang sudah terlihat, menyusul penyerangan oleh oknum suporter terhadap bus pemain Persija. Saat sedang menjajal lapangan hari Sabtu (27/7) kemarin, bus yang membawa pemain Persija ini dilempari batu. Aksi pelemparan ini membuat kaca bus pecah dan melukai ofisial serta seorang pemain Persija.

Manajemen Persija dengan alasan keamanan para pemainnya lantas meminta agar laga kedua ini ditunda. Opsi lainnya tetap digelar namun dengan syarat tidak ada penonton karena lapangan di Stadion Makassar itu dianggap terlalu dekat dengan kursi penonton dan bisa membahayakan pemain.

Setelah itu, tuan rumah tetap meminta dilanjutkan dan menjamin dengan memberikan pengamanan yang cukup (2.500 tenaga keamanan) untuk mengawal laga menentukan tersebut. Namun akhirnya demi alasan keamanan dan kenyamanan, akhirnya PSSI memutuskan untuk menunda laga tersebut.

PSSI juga mengajak suporter kedua tim untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fairplay. Keamanan dan kenyamanan pertandingan menjadi tanggung jawab bersama.

Mengomentari penundaan laga ini, CEO Persija Jakarta Ferry Paulus menyatakan sangat menghormati keputusan PSSI menunda pertandingan final leg kedua karena kondisi keamanan. "Ini adalah partai final Piala Indonesia, di mana juaranya akan mendapatkan slot AFC Cup 2020, sehingga perlu dikemas sebaik mungkin demi menciptakan hiburan yang menarik dan enak di tonton. Persija sejatinya siap main di manapun dan kapan pun."

Sementara itu, manajemen dan panpel PSM menyayangkan terjadinya penundaan pertandingan hari ini. Selanjutnya, manajemen, panpel, dan PSSI akan terus berkoordinasi.

Seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan final leg kedua Piala Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas tertundanya pertandingan hari ini. Manajemen dan panpel PSM berkomitmen untuk mengembalikan pembelian tiket yang sudah dilakukan penonton.

Untuk teknis pengembalian tiket akan disampaikan sesegera mungkin. Informasi penting yang berkaitan dengan segala hal di atas juga akan disampaikan sesegera mungkin.

Pada partai final pertama, Persija unggul 1-0 atas PSM. Pertandingan pertama digelar di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, pada 21 Juli 2019. Untuk bisa membalikkan keadaan, PSM memerlukan kemenangan 2-0 atau menang dengan selisih dua gol agar bisa menjuarai Piala Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA