Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Penundaan Final Piala Indonesia tak Ganggu Mental Pemain PSM

Selasa 30 Jul 2019 03:03 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Pesepakbola bola PSM Makassar memasuki lapangan dan menyapa suporternya saat Final Piala Indonesia 2019 ditunda di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (28/7/2019).

Pesepakbola bola PSM Makassar memasuki lapangan dan menyapa suporternya saat Final Piala Indonesia 2019 ditunda di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (28/7/2019).

Foto: Antara/Abriawan Abhe
Penundaan merugikan PSM, terutama dalam hal materi persiapan tim.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, yakin penundaan leg kedua final Piala Indonesia 2019 tak akan menggangu mental pemain. Meski demikian, hal-hal seperti ini memang harus dikelola dengan baik oleh seluruh tim di PSM.

Baca Juga

“Tim ini bukan baru terbentuk, sudah bersama lama punya target profesional. Mereka akan bekerja profesional,” kata Arifuddin kepada wartawan, Senin (29/7).

Penundaan tersebut diakui Arifuddin merugikan PSM, terutama dalam hal materi persiapan tim. Dia mengatakan, kerugian yang dialami PSM sekitar ratusan juta rupiah. Dia berharap pelaksanaan leg kedua final Piala Indonesia pada 6 Agustus nanti bisa terlaksana dengan lancar.

Arifuddin tak ingin berspekulasi saat ditanya terkait isu settingan penundaan leg kedua final Piala Indonesia antara PSM Makassar versus Persija Jakarta, Ahad (28/7) lalu. Dia menyerahkan penilaian tersebut kepada masyarakat.

Arifuddin mengatakan, sebelum pertandingan komunikasi dengan PSSI lancar dan tidak ada tanda-tanda laga akan ditunda. Namun, PSSI mengeluarkan surat penundaan mendadak pada hari pertandingan. Kendati demikian, Arifuddin tak ingin menduga-duga. “Pembatalan itu surat resmi dari PSSI, kami harus ikuti. Bahwa ada isu settingan silakan nilai sendiri,” kilah dia.

Arifuddin sempat menanyakan kepada PSSI terkait alasan pembatalan secara sepihak. Menurut pengakuan PSSI, lanjut dia, waktu itu gangguan keamanan sangat membahayakan jika pertandingan terus dilanjutkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA