Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Perenang Hungaria Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Korsel

Rabu 31 Jul 2019 22:20 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Bayu Hermawan

Borgol. Ilustrasi

Borgol. Ilustrasi

Foto: Antara/Zabur Karuru
Perenang Hungaria dilarang meninggalkan Korsel karena dugaan kasus pelecehan seksual.

REPUBLIKA.CO.ID, KOREA SELATAN -- Perenang Hungaria, Tamas Kenderesi (22) dilarang meninggalkan Korea karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita Korea. Peraih medali perunggu Olimpiade Rio yang berlaga di Kejuaraan Dunia FINA di Gwangju ini sempat ditahan di kantor Polisi Gwangju Seobu.

Kenderesi diduga melakukan pelecehan pada seorang wanita berusia 18 tahun di sebuah klub malam. Meski hanya ditahan sehari dan sudah dibebaskan sejak Senin (29/7), namun Kenderesi dilarang meninggalkan Korea Selatan selama 10 hari ke depan untuk melakukan penyelidikan lanjutan. 

Kepolisian Gwangju mengatakan, Kenderesi menyatakan keinginannya untuk pulang setelah menyetor ke pengadilan sejumlah uang yang setara dengan denda yang diperkirakan untuk kejahatan semacam itu. Badan pengelola renang Hongaria juga telah mengkonfirmasi keadaan Kenderesi.

"Federasi renang Hongaria, bekerja sama dengan staf di kedutaan Hongaria di Korea, melakukan yang terbaik untuk mengklarifikasi tuduhan terhadap Tamas Kenderesi. Selama penyelidikan, atlet berhak atas anggapan tidak bersalah, tetapi jika secara resmi terbukti bersalah, federasi akan mencari tindakan lebih lanjut," kata federasi renang Hongaria yang dikutip dari KoreaTimes.co.kr, Rabu (31/7).

"Federasi renang Hongaria mengutuk tindakan apa pun yang melanggar martabat manusia dan mengharuskan anggota tim renang nasional berperilaku dengan cara yang menghormati warna nasional dan tradisi olahraga," ujar federaso.

Di sisi lain, Kenderesi membantah tuduhan yang diarahkan padanya. Dia mengaku tidak melakukan kontak fisik dengan wanita yang diduga menjadi korban pelecehan itu. "Saya bahkan tidak berhenti di belakangnya, saya melakukan satu langkah, mungkin kurang ajar yang membuat gadis itu sangat marah dan dia menuntut saya," kata Kenderesi.

"Saya sungguh-sungguh berharap kata-kata saya tentang tidak melakukan pelanggaran serius akan terbukti. Tetapi saya juga memahami bahwa, meskipun tanpa sengaja, saya telah melanggar norma-norma moral tertentu yang menjadi dasar dari nilai-nilai lokal. Aku ingin meminta maaf kepada gadis Korea jika aku menyinggung perasaannya. Namun, aku sepenuhnya menolak tuduhan pelecehan seksual," jelasnya.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA