Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Dilema Dybala Bersama Juventus

Senin 05 Aug 2019 09:41 WIB

Red: Budi Raharjo

Paulo Dybala

Paulo Dybala

Foto: EPA-EFE/Simone Arveda
Performa Dybala dianggap menurun sepanjang kompetisi 2018/2019 kemarin.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Anggoro Pramudya

Masa depan Paulo Dybala bersama Juventus kian menjadi pertanyaan. Inisetelah beberapa laporan mengatakan bahwa klubnya berencana untuk menukar sang pemain dengan penyerang Manchester United, Romelu Lukaku, pada musim panas ini.

Awalnya berembus rumor bakal terjadi pertukaran pemain antara dua klub besar dari dua kompetisi elite Benua Biru, Juventus dan Manchester United. Dari kubu Iblis Merah dan Lukaku tak ada masalah, sang pemain memberikan lampu hijau merapat ke Stadion Allianz, Turin.

Bahkan, selama pramusim, Lukaku tidak ambil bagian dalam beberapa pertandingan bersama Iblis Merah. Praktis, semua detail perampungan kedatangan Lukaku tinggal menunggu persetujuan Dybala karena pesepak bola asal Argentina itu harus setuju angkat koper dari Turin ke Old Trafford.

"Menurut Gazzetta, Dybala telah memberikan tanggapan kepada Direktur Juve terkait rencana pertukaran ini, dan jawabannya adalah tidak," demikian pernyataan yang disadur Football Italia.

Pemain berusia 25 tahun itu memilih bertahan bersama Bianconeri. La Joya, julukan Dybala, ingin mencoba peruntungan di bawah asuhan pelatih anyar Nyonya Tua, Maurizio Sarri.

Sejatinya, kubu Manchester United sudah bersedia memenuhi tuntutan gaji yang diajukan Dybala mencapai 11 juta euro per musim. Namun, menurut laporan Football Italia, Dybala masih terjerat dalam kasus hukum terkait hak cipta. Tiga tahun lalu Dybala setuju menandatangani perjanjian soal hak cipta dengan Star Image untuk masa kontrak selama 10 tahun.

Namun, dalam kurun waktu 12 bulan (setahun), dia secara tiba-tiba memilih untuk mengakhiri kerja sama dengan Pierpaolo Trizuli yang membuat agensi tersebut menggugat sang pemain dengan nominal 40 juta euro. Apabila hak cipta Dybala terbukti menjadi subyek dari perselisihan hukum, itu menambah kans Manchester United untuk mengikat Dybala, terlebih jika pemain tidak memiliki kuasa penuh terkait hak cipta itu.

Sebelumnya, eks penggawa Palermo itu dikaitkan dengan klub kaya Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). Namun, ia tetap menolak meninggalkan klub peraih dua gelar Liga Champions. Dybala tetap percaya masih bisa bersaing mendapatkan tempat utama La Zebre.

Sudah empat musim La Joya berkostum hitam putih. Sejauh itu, ia tampil dalam 182 laga di berbagai ajang dan sukses mempersembahkan 78 gol. Namun, performanya dianggap menurun sepanjang kompetisi 2018/2019 kemarin. Dybala lebih banyak menjadi penghangat bangku cadangan.

photo

Paulo Dybala mengenakan jersey terbaru Juventus musim 2019/2020.

Kisah pahit dan memilukan seperti yang dialami pemilik nomor punggung 10 di Turin tersebut juga dialami beberapa pemain sepak bola lain. Mereka sempat diusir alias tidak mendapatkan kepercayaan lebih dari manajemen klub, salah satunya Kevin De Bruyne.

Ketika dibeli Chelsea dari FK Genk pada 2012, De Bruyne tidak mendapatkan cukup banyak waktu bermain. Dirinya kerap dipinjamkan ke beberapa klub Eropa.

Terhitung ia hanya memainkan sembilan pertandingan bagi the Blues pada paruh pertama musim 2013/2014. De Bruyne lalu bergabung dengan VfL Wolfsburg dan sukses mecetak 20 gol dan membuat 37 assist dalam 73 pertandingan sebelum akhirnya mendapatkan tempat terbaik di Manchester City di bawah asuhan Josep Guardiola.

Hal yang sama juga terjadi pada Mohamed Salah serta Daniel Sturridge. Keduanya tak mendapat kepercayaan dan kesempatan bermain di tim utama the Blues, dan memilih merapat ke Liverpool.

Sturridge bergabung dengan the Reds pada Januari 2013 setelah mencetak 24 gol dalam 96 pertandingan untuk Chelsea. Sementara, bersama kampiun Liga Champions musim 2018/2019, Liverpool, ia memulai kariernya lebih baik dengan catatan 35 gol dalam 49 partai.

Salah hampir bergabung dengan Liverpool pada Januari 2014, tetapi Chelsea berhasil membajak pemain asal Mesir itu. Namun, bukan posisi utama yang didapatkan, Salah justru harus rela dipinjamkan ke klub Seri A Italia, Fiorentina serta AS Roma.

Tampil mengesankan bersama kedua tim, ia diboyong Liverpool pada 2017. Ia memecahkan banyak rekor di Liverpool dan mencetak 64 gol dan 25 assist untuk the Reds hanya dalam 93 pertandingan. n ed: citra listya rini

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA