Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Mourinho: Tim Cadangan City Bisa Juara Liga Inggris

Senin 12 Aug 2019 08:10 WIB

Red: Israr Itah

Winger Manchester City Raheem Sterling (kiri) mencetak gol ke gawang West Ham United yang dijaga Lukasz Fabianski.

Winger Manchester City Raheem Sterling (kiri) mencetak gol ke gawang West Ham United yang dijaga Lukasz Fabianski.

Foto: AP Photo/Kirsty Wigglesworth
City menaklukkan West Ham United 5-0 pada Sabtu (10/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jose Mourinho bercanda bahwa deretan pemain pengganti Manchester City cukup tangguh untuk memenangkan gelar Liga Inggris musim ini. Pandangan ini disampaikannya ketika ditanya tim-tim kandidat juara musim ini, saat menjadi komentator laga Manchester United vs Chelsea di Sky Sports, Ahad (11/8).

"Empat. Man City, Tottenham, Liverpool, dan Man City B. Ketika saya melihat bangku cadangan City kemarin dengan para pemain yang tidak terlibat, saya pikir bahkan tim B City bisa memperjuangkan gelar juara," kata Mourinho, dikutip dari Four Four Two.

Baca Juga

City menaklukkan West Ham United 5-0 pada Sabtu (10/8), memiliki sederet pemain hebat di bangku cadangan, termasuk pemain baru Joao Cancelo, Bernardo Silva, Ilkay Guendogan dan Sergio Aguero, yang kemudian mencetak gol setelah diturunkan pada babak kedua.

Ia menilai Manchester United dan Chelsea tidak memiliki kekuatan seperti itu. MU tak mendapatkan pengganti Romelu Lukaku, sementara Chelsea dikenai larangan transfer pemain musim panas ini dan kehilangan Eden Hazard ke Real Madrid.

Mourinho menilai pelatih Chelsea yang pernah menjadi anak asuhnya, Frank Lampard, tak mendapatkan tekanan yang sama seperti beberapa pendahulunya.

"Pada saat ini, dengan larangan transfer, itu melepaskan tekanan," katanya. “Mereka tentu saja memiliki pasukan yang sangat bagus. Saya sangat ingin tahu ke arah mana Frank akan pergi," kata dia.

Meskipun Mourinho mengatakan dia tidak percaya United bisa memenangkan gelar, dia yakni bahwa sangat penting para pemain tidak memikirkan itu. Ruang ganti MU, kata dia, harus merasa mereka bisa memenangkan gelar juara.

"Jika mereka tidak merasakannya, mereka dalam masalah, tapi saya pikir untuk finis di empat besar akan menjadi pencapaian yang baik," ujar Mourinho.

Mourinho, yang dipecat pada Desember 2018 oleh United, mengakui bahwa dia tidak memiliki kepercayaan itu pada awal musim lalu.

"Ketika saya mengatakan posisi kedua musim sebelumnya adalah salah satu prestasi terbesar saya di sepak bola, saya tidak bersenang-senang dengan kata-kata itu. Saya baru saja memberitahu kalian apa yang saya rasakan," kata dia.

Mourinho mengatakan, meskipun musim 2017/2018 MU finis kedua, timnya kala itu tak mendapatkan pasokan pemain bintang yang cukup pada jendela transfer untuk memungkinkan mereka bersaing menjadi juara. Meskipun MU finis kedua, kata dia, jarak dengan City yang menjadi juara sangat besar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA