Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Bottas tak Pikirkan Selisih Poin Besar dari Hamilton

Senin 12 Aug 2019 11:14 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Valtteri Bottas

Valtteri Bottas

Foto: EPA-EFE/Diego Azubel
Hamilton kini mengungguli Bottas dengan 62 poin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Valtteri Bottas tidak mau memperhatikan kesenjangan poin yang cukup jauh dengan rekan satu timnya di Mercedes, Lewis Hamilton pada seri balap Formula Satu (F1) 2019. Usai Grand Prix Hungaria, Hamilton kini mengungguli Bottas dengan 62 poin.

Dengan Hamilton yang menang di Hungaroring, defisit poin F1 kini membengkak menjadi yang terbesar sepanjang musim. Sementara Max Verstappen dari Red Bull menguntit ketat hanya tujuh poin di belakang Bottas di tempat ketiga.

Walau sangat berat, Bottas tetap mengusung kepercayaan diri tinggi. Pembalap Finlandia itu mengatakan tidak fokus pada selisih poin dengan sembilan balapan tersisa pada 2019.

“Ini kesenjangan yang besar, jauh lebih besar daripada yang saya inginkan, tetapi itulah celahnya sekarang. Tidak banyak yang bisa saya lakukan dan saya tidak ingin terlalu memikirkannya saat ini,” kata Bottas, dilansir dari laman Crash, Senin (12/8)

"Kami masih akan melalui segala hal tentang balapan ini setelah di Hungaria ini dengan tim, dan kemudian melanjutkan dengan banyak balapan. Tetapi jelas, ini situasi yang sulit." 

Masa depan Bottas di Mercedes tetap terbuka, meskipun muncul kabar Esteban Ocon akan menjadi pesaingnya untuk mendampingi Hamilton pada musim 2020, dan pembalap Finlandia itu mengakui berada di bawah tekanan karena situasi kontrak F1-nya tidak membantu situasinya.

"Itulah yang ada dalam olahraga ini, menyeimbangkan risiko yang cukup dan mendorong keras untuk mencoba mengambil peluang," kata dia. “Beberapa orang mungkin berpikir bahwa beberapa pembalap berkinerja lebih baik di bawah tekanan ketika segala sesuatunya dalam batas tetapi bagi saya itu tidak membantu.” 

Menurut Bottas, ia akan tetap lapar kemenangan terlepas ada pembicaraan kontrak atau tidak. Ia menegaskan, ingin memenangkan perlombaan dan mengambil risiko tetapi itu tidak berjalan sesuai rencananya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA