Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Quartararo Sebut Podium di Austria Sangat Istimewa

Senin 12 Aug 2019 17:07 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Bayu Hermawan

Fabio Quartararo

Fabio Quartararo

Foto: EPA-EFE/Claudio Giovannini
Quartararo senang bisa finish diurutan tiga dan naik podium di GP Austria.

REPUBLIKA.CO.ID, SPIELBERG -- Pembalap Petromas Yamaha, Fabio Quartararo menyebut keberhasilannya naik podium keempatnya dalam kejuaraan MotoGP 2019 yang didapat di GP Austria, Ahad (11/8) sangat istimewa. Quartararo finis di posisi ketiga di belakang Andrea Dovizioso dan Marc Marquez.

Pembalap asal Prancis itu sempat terlibat persaingan ketat di awal balapan dan sempat memimpin dari Dovizioso dan Marquez. Quartarato sempat memimpin hingga lima putaran akibat kesalahan yang dilakukan dua pesaingnya tersebut sebelum mereka kembali menyalipnya. Kendati tak memiliki kecepatan seperti Dovizioso dan Marquez, Quartararo mengungkapkan sangat senang bersaing di posisi depan.

"Dengan tim kami berbicara, dan kami berharap bahwa putaran pertama kami akan berjuang, tetapi pada akhirnya kami tidak pernah berharap bahwa kami akan memimpin lima putaran pertama," ujar Quartararo, dikutip dari bikesportsnews, Senin (12/8).

Quartararo menjelaskan, ketika Dovizioso dan Marquez berhasil menyusulnya dalam pikirannya mengatakan harus berusaha selalu didekat dua pembalap tersebut. Namun usahanya tak bisa mengejar kecepatan dua pembalap tersebut ditambah dengan bannya yang hancur pada putaran terakhir.

"Jadi saya lebih suka membiarkan mereka seperti yang kita tahu hari ini kemudian memiliki langkah yang lebih baik daripada kita. Tapi kami tidak pernah berharap untuk naik podium, jadi kami benar-benar bahagia," tegasnya.

Saat posisi tertinggal dari dua pembalap tersebut, Quartararo juga berpikir agar menjauh dari kejaran pembalap di belakangnya yaitu Valentino Rossi  dan Maverick Vinales. Dia harus berusaha keras menjauh dari mereka karena mereka juga bertekad naik podium.

Quartararo pada setiap putaran mencoba menjauh dari mereka sepersepuluh detik. Oleh karena itu, menurut dia, balapan di Red Bull Ring merupakan balapan yang sulit. "Yang ini benar-benar istimewa, karena kami tiba di sini, dan kami mengatakan trek ini akan menjadi yang terberat bagi kami," kata Quartararo.

Dari balapan di Austria, dia juga mengaku banyak belajar tentang mengelola ban. Hal tersebut dinilai dapat bermanfaat dalam balapan berikutnya. Dia juga menyebut kinerjanya berhasil di Red Bull Ring.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA