Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Eko Yuli Target Tambah Total Angkatan di Kejuaraan Dunia

Selasa 13 Aug 2019 07:16 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Lifter Indonesia Eko Yuli  Irawan.

Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan.

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Eko Yuli Irawan terus berusaha keras untuk mengumpulan poin Olimpiade.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lifter andalan Indonesia Eko Yuli Irawan terus berusaha keras untuk mengumpulan poin Olimpiade. Atlet asal Lampung ini tidak ingin melewatkan kejuaraan multievent terbesar di dunia, yaitu Olimpiade 2010 di Tokyo, Jepang.

Baca Juga

"Fokus saya saat ini mengamankan tiket Olimpiade 2020. Salah satu upaya saya menambah total angkatan 6 kg pada Kejuaraan Dunia di Thailand, September nanti," kata Eko Yuli Irawan dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (12/8).

Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan, Eko sukses memecahkan rekor dunia dengan total angkatan 317 kg (Snatch 143kg, Clean and Jerk 174kg). Adapun rekor kelas 61 kg sebelumnya 313 kg.

Demi mengejar target, lifter yang bakal turun di kelas 61 kg itu terus menjalani latihan keras di bawah bimbingan pelatih sekaligus dipantau langsung oleh Anggota Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Hadi Wihardja.

Untuk lolos ke Olimpiade yang keempat kalinya itu, Eko Yuli harus berada dalam peringkat delapan besar dunia. Saat ini, ayah dua anak ini berada di posisi lima dengan raihan 2.114 poin dan memiliki peluang besar untuk lolos ke Tokyo.

Prestasi Eko Yuli Irawan cukup bagus pada pesta olahraga akbar dunia empat tahunan. Pada Olimpiade London 2012, dia merebut medali perunggu dan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 meraih perak.  

"Masih ada peluang Eko untuk bisa menembus peringkat empat dunia karena dia baru tampil di tiga event sedangkan empat lifter di atasnya sudah tampil di empat event," kata Hadi Wihardja, Anggota Tim Monitoring dan Evaluasi Komite Olimpiade Indonesia (Monev KOI) di Jakarta, pekan lalu. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA