Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Gagal Bawa LA Galaxy Menang, Ibrahimovic Disindir DC United

Selasa 13 Aug 2019 09:54 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic

Foto: EPA-EFE/Paul Buck
Ibra berujar bahwa ia berada di kelas berbeda dengan mayoritas pemain MLS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- LA Galaxy gagal mengamankan tiga kemenangan terakhir pada ajang kompetisi Major League Soccer (MLS). Teranyar, Galaxy menelan kekalahan 1-2 dari DC United. Alhasil, kemenangan itu dijadikan alat oleh DC United untuk membalas komentar arogan Zlatan Ibrahimovic sebelumnya yang terkesan meremehkan kompetisi sepak bola di Negeri Paman Sam tersebut.

Melalui akun resmi Twitter DC United, Senin (13/8), klub mengunggah gambar Ibrahimovic dengan mobil Ferrari berwarna merah yang rodanya dijepit pengunci sehingga tidak bisa berlari.  Ini sentilan komentar Ibrahimovic terhadap kompetisi MLS pada Juli 2019 lalu. Dalam wawancaranya bersama ESPN, Ibra berujar bahwa ia berada di kelas berbeda dengan mayoritas pemain MLS.

"MLS bukan selevel dengan Eropa, jujur saja. Sebelumnya, saya bermain dengan pemain yang selevel dengan saya atau mendekati, yang mana membuat koneksi menjadi lebih gampang. Di sini, saya seperti Ferrari di antara Fiat," kata Ibrhamovic.

Ini merupakan kekalahan ketiga bagi Ibrahimovic dan kawan-kawan. Galaxy pun untuk sementara tercecer di posisi lima klasemen liga dengan perolehan nilai 37 dari 24 laga yang telah dilakoni.

Ibra saat ini duduk di posisi ketiga dalam daftar pencetak gol MLS dengan mencatat 16 gol, terpaut enam gol dari sang pemimpin, Carlos Vela dan empat lebih sedikit dari Josef Martinez yang ada di tempat kedua. Namun, sayang eks penggawa AC Milan dan Inter Milan tidak mampu mencetak gol dalam empat pekan terakhir.

Ibra mengawali karier sepak bolanya bersama klub Eropa. Lahir di Swedia, ia memulai bersama Malmo FF, tim dari kasta tertinggi Liga Swedia. Setelah itu ia hijrah ke Ajax Amsterdam pada 2001.

Selama empat musim membela panji de Joden, Ibra menjadi wonderkid yang paling diburu klub-klub top dunia. Selanjutnya, ia meneruskan kariernya di Serie A Liga Italia dengan begabung bersama Juventus, Inter Milan, serta AC Milan, sebelum merapat ke, Barcelona, PSG, dan Manchester United. Ia kemudian memutuskan hijrah ke MLS memperkuat Galaxy.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA