Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

SM Pertamina Peringkat Lima Elang Cup 2019

Rabu 14 Agu 2019 00:17 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Small forward Satria Muda Pertamina Avan Seputra (pegang bola).

Small forward Satria Muda Pertamina Avan Seputra (pegang bola).

Foto: Hariyanto/SM Pertamina
SM Pertamina mengalahkan Red Barons Malaysia dengan skor 101-90.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Satria Muda (SM) Pertamina Jakarta akhirnya menempati peringkat lima Turnamen Basket Elang Cup 3 2019. Ini setelah SM Pertamina mengalahkan Red Barons Malaysia dengan skor 101-90 di GOR Analisa Lanud Polonia, Medan, Selasa (13/8).

Pertandingan perebutan peringkat kelima ini berlangsung alot sejak awal. Red Barons, juara Liga Basket Premier Malaysia (MPBL) tampil agresif dan menekan. Dimotori big man Steve Toyloy Anthony, Red Barons Malaysia sempat unggul 12 angka pada awal pertandingan. Muhammad Dhiya Ulhaq dan Kristian Liem yang yang bergantian diplot oleh kepala pelatih SM Pertamina Youbel Sondakh untuk menjaga Toyloy berkali-kali kesulitan membendung pergerakan pemain asal Amerika Serikat ini. 

Baca Juga

Selain sisi pertahanan, serangan SM Pertamina juga mengalami masalah. Brachon Griffin yang selama tiga pertandingan sebelumnya menjadi tumpuan serangan SM Pertamina seperti kehilangan sentuhannya pada awal pertandingan. 

Beruntung SM Pertamina memiliki Avan Seputra yang tampil tenang dan mampu mengeksekusi tembakan-tembakan tiga angka dengan baik. Kuarter pertama ditutup dengan skor 33-25 bagi keunggulan Red Barons.

Memasuki kuarter yang kedua, Youbel Sondakh melakukan perubahan strategi guna menekan laju Red Barons, Christian Gunawan dimainkan bersama-sama dengan Brachon Griffin. Perubahan ini membuat tugas Griffin untuk mendistribusikan bola menjadi lebih ringan sekaligus memecah konsentrasi lawan. 

Avan Saputra pada kuarter ini juga masih bermain dengan apik dan akurat dalam melesakkan tembakan tiga angka yang krusial bagi SM Pertamina. SM Pertamina menutup kuarter kedua 53-48, tertinggal lima angka dari Red Barons. Total Avan memasukkan enam tripoin dari tujuh percobaan.

Angin segar kembali berembus bagi SM Pertamina kala Kevin Yonas Sitorus dimasukkan ke lapangan untuk pertama kalinya dalam turnamen ini. Kevin pada tiga pertandingan sebelumnya harus puas menonton dari pinggir lapangan akibat cedera otot yang dideritanya sejak dua pekan lalu. 

SM Pertamina tampil menggebrak dan untuk pertama kalinya mampu unggul atas Red Barons dalam pertandingan ini. Namun anak-anak asuh Choo Chee Shen ini menunjukkan mental juaranya. Mereka menolak menyerah dan terus memborbardir mampu meminimalkan kesalahan.  Pada kuarter ketiga, tercatat terjadi sembilan kali perubahan kepemimpinan dalam pertandingan.

Memasuki kuarter yang terakhir, Red Barons mulai kehabisan bahan bakar. Steve Toyloy yang dalam pertandingan ini bermain total selama 36 menit mulai kehilangan akurasi. Hal in diperparah dengan kontribusi pemain-pemain lokal Red Barons yang semakin minim dalam hal mencetak angka. Sementara SM Pertamina melaju lebih jauh. Pertandingan ditutup dengan skor 101-90 untuk keunggulan SM Pertamina. Avan Saputra menjadi pencetak poin terbanyak kedua dalam pertandingan ini setelah mampu membukukan raihan 30 angka, termasuk 10 kali tembakan bebas yang sempurna.

Youbel Sondakh usai pertandingan menyatakan, ada beberapa catatan terkait evaluasi yang harus dilakukan dari hasil yang diperoleh selama bermain di Medan. "Dari sektor big man, saya rasa perlu ada tambahan latihan, supaya bisa menyesuaikan dengan tren basket modern saat ini. Terutama dalam menjaga, pemain-pemain kami terkadang masih kurang disiplin," kata dia dalam keterangan yang diterima Republika.co.id.

Ia menilai Secara umum, pemain-pemain lokal SM Pertamina tampil baik selama di Medan, namun masih ada masalah dalam konsistensi. Avan Seputra, Christian Gunawan, dan Sandy Ibrahim menjawab kepercayaan dengan baik. Mereka, kata Youbel, mampu tampil apik selama bermain di Medan.

"Terkait komposisi pemain untuk menyambut musim yang baru, saya rasa masih banyak hal yang mungkin terjadi sebelum liga dimulai. Terutama melihat dinamika tim nasional Indonesia. Kami akan menyesuaikan hingga saat terakhir sebelum liga dimulai nanti," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA