Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Lawan Myanmar, Fakhri tak Puas dengan Permainan Timnas U-18

Rabu 14 Aug 2019 19:15 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Bayu Hermawan

Pesepakbola Indonesia Saddam Emiruddin (tengah) berusaha melewati dua pesepakbola Myanmar Ye Min Kyew (kanan) dan Yan Kyaw Soe, saat bertanding pada penyisihan Grup A Piala AFF U-18 2019 di Stadion Thong Nhat, Ho Chi Minh, Vietnam, Rabu (14/8/2019).

Pesepakbola Indonesia Saddam Emiruddin (tengah) berusaha melewati dua pesepakbola Myanmar Ye Min Kyew (kanan) dan Yan Kyaw Soe, saat bertanding pada penyisihan Grup A Piala AFF U-18 2019 di Stadion Thong Nhat, Ho Chi Minh, Vietnam, Rabu (14/8/2019).

Foto: Antara/Yusran Uccang
Timnas U-18 ditahan imbang Myanmar dengan skor 1-1.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih tim nasiomal (Timnas) U-18 Indonesia, Fakhri Husaini mengaku kurang puas dengan hasil yang diraih anak asuhnya pada laga pamungkas fase Grup A di Piala AFF U-18. Pada laga yang digelar di Stadion Thong Nhat, Vietnam, Rabu (14/8) sore WIB tersebut, Garuda Muda harus puas dengan hasil imbang 1-1.

Baca Juga

"Jujur saya kurang puas dengan permainan anak-anak, aplagi pemain yang saya berikan kesempatan bermain oleh saya. Harusnya mereka yang baru bermain dua atau tiga kali memiliki kebugaran yang lebih dari mereka yg sudah main tiga atau empat kali lebih," kata Fakhri dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Rabu (14/8).

Meskipun hasil akhir tersebut tetap membawa Indonesia keluar sebagai juara grup, namun Fahri menilai skuatnya banyak membuang peluang selama pertandingan berlangsung. Fahri juga menyoroti beberapa pemain yang baru diturunkan, yang dinilai tidak sesuai dengan harapannya.

"Fisik mereka masih kurang. Saya akan gunakan kesempatan untuk pemulihan kondisi fisik saat libur dua hari," ujarnya.

Evaluasi yang ia berikan kepada para pemain adalah catatan buruk karena faktor fisik dan membuat anak asuhnya sering kehilangan bola. Menurutnya hal itu disebabkan oleh jadwal Piala AFF U-18 2019 yang terlalu padat. Menurutnya, hal yang sama juga dialami oleh para pemain Myanmar. Mengenai Supriadi, dia meyakinkan bahwa banyak pemain yang dapat menggantikan posisinya.

"Saya masih punya 22 pemain untuk melapisi Supriadi yang sedang cedera. Tim ini tidak tergantung pada satu pemain. Mereka saling tergantung satu dengan lain. Kekompakanlah yang ada di tim ini," turunya.

Sementara itu, Bagus Kahfi mengakui bahwa pertandingan tidak berjalan dengan mudah. Dia menilai permainan Myanmar sangat disiplin dan kompak, terutama saat bertahan. "Meskipun saya bermain di sisi lapangan atau menjadi striker murni, penjagaan mereka bagus. Mereka seperti menempel ketat kami," kata Kahfi.

"Tapi syukur Alhamdulillah kami tidak kalah dalam pertandingan ini. Laga ini pengalaman baru lagi untuk saya dan teman-teman. Semoga kami bisa berbicara banyak di semi final. Terima kasih kepada penonton, karena sudah mendukung kami di stadion," lanjutnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA