Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

RD Waspadai Kekuatan Individu Bali United

Rabu 14 Agu 2019 22:50 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan.

Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan.

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Pelatih Tira Persikabo ini berharap pemain fokus pada pertandingan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemuncak klasemen sementara, PS Tira Persikabo, akan mendapat tantangan berat pada pekan ke-14 Liga 1 2019 di Stadion Pekansari, Bogor, Kamis (15/8). Pekan ini, tim berjuluk Laskar Padjajaran itu akan menjamu tim yang berada di peringkat kedua dengan selisih hanya satu poin.

Tim calon lawan PS Tira Persikabo itu adalag Bali United dengan koleksi 28 poin dari 12 laga yang telah dilakoni, lebih sedikit satu pertandingan dari Tira Persikabo.

Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan mengingatkan para pemain untuk tampil lebih disiplin saat menghadapi kekuatan Bali United. Pria yang akrab disapa RD itu menilai Bali United memiliki keunggulan dari segi kualitas individu pemain jika dibandingkan dengan kekuatan yang dimiiki timnya.

Kendati demikian, RD memastikan akan memberikan perlawanan kepada tim asuhan Stefano Cugurra Teco itu. “Kami harus lebih baik lagi dan lebih disiplin lagi menghadapi tim yang menurut saya sangat kuat kandidat sebagai juara. Kami tahu kualitas Bali baik di starting maupun di cadangan tidak beda jauh,” kata Rahmad dikutip dari laman resmi Liga 1, Rabu (14/8).

Menurut RD, Bali United bermain dengan sangat seimbang antara lini pertahanan dan menyerang. Secara individu tidak bisa dibandingkan dengan PS Tira Persikabo. "Tapi semua itu memang harus kami lawan dengan suatu tekad yang kuat, team work yang solid, dan juga kami mencoba memberikan perlawanan yang maksimal kepada tim yang notabene di atas kami.”

RD juga mengingatkan anak asuhnya untuk tidak terpancing provokasi dari pemain lawan. Ia menilai yang terpenting bagi Abduh Lestaluhu dan kawan-kawan adalah untuk tetap menjaga fokus dan emosi selama 90 menit pertandingan berlangsung.

Selain itu, RD menyebut organisasi permainan juga tetap menjadi satu hal yang harus diperhatikan saat bermain. Tak kalah penting, lanjut dia, transisi pemain dalam pertandingan, yakni perubahan saat menyerang maupun bertahan. “Itu saya rasa jauh lebih penting walaupun tadi sudah disampaikan mengendalikan atau mengontrol emosi bagian yang paling penting juga dari tim kami,” jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA